Bahas Krisis Iklim, 1.000 Peserta Ikuti Bincang Syariah Bimas Islam di UIN Yogyakarta
jpnn.com, YOGYAKARTA - Sekitar 1.000 peserta memadati Masjid Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (15/9).
Para peserta hadir dalam kegiatan Bincang Syariah Goes To Campus yang mengangkat tema Mawlid For Earth: Sharia and Eco Wisdom.
Acara ini merupakan rangkaian program nasional Blissful Maulid yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag).
Diskusi menghadirkan dosen UIN Sunan Kalijaga, Fahruddin Faiz, dan influencer muda, Kalis Mardiasih, untuk mengulas isu lingkungan dari perspektif keagamaan.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan, penguatan ekoteologi menjadi salah satu prioritas Kemenag.
“Menjaga lingkungan bukan hanya kebutuhan duniawi, tetapi juga bagian dari tujuan agama. Dalam Islam, pelestarian alam adalah amanah yang harus kita rawat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Arsad mengingatkan bahwa dunia tengah menghadapi krisis lingkungan yang semakin kompleks.
Perubahan iklim, banjir, degradasi tanah, hingga deforestasi disebutnya sebagai ancaman nyata yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Perubahan iklim, banjir, degradasi tanah, hingga deforestasi disebutnya sebagai ancaman nyata yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
- ECADIN Perkuat Literasi Media Mengenai Pengelolaan Emisi Metana di Sektor Minyak dan Gas Bumi
- Pijar Foundation dan Kemenag Mengintegrasikan Program Kesiapan Kerja Bagi Mahasiswa
- Hadapi Perubahan Iklim Global, Lautan Luas Perkuat Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
- Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
- PNM Tanam 27.000 Pohon untuk Dukung Penghijauan dan Penanganan Perubahan Iklim
- Pesparawi Nasional XIV 2026 Digelar di Manokwari, Usung Semangat Ramah Lingkungan & Persaudaraan
JPNN.com




