Bahlil Bilang Pasokan Batu Bara Aman, tetapi Pemadaman Listrik Bergilir Sampai Kapan?
Berdasarkan laporan yang diterimanya, sebagian besar kontrak batu bara PLN masih didominasi oleh batu bara berkalori rendah.
Sementara itu, beberapa pembangkit memerlukan campuran batu bara dengan kalori menengah agar proses pembakaran pada boiler dapat berlangsung optimal sesuai spesifikasi teknis.
Kondisi tersebut, ditambah dengan adanya kegiatan pemeliharaan pada dua pembangkit besar di Cilacap dan Pacitan, berdampak pada penurunan daya mampu sistem kelistrikan Jawa.
Untuk mengatasi situasi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengambil langkah cepat dengan mengalihkan sebagian pasokan batu bara berkalori menengah dari sejumlah perusahaan tambang untuk memenuhi kebutuhan pembangkit PLN di Jawa.
Pasokan tambahan tersebut berasal dari beberapa perusahaan, termasuk PT Bukit Asam (PTBA), KPC, dan grup ITM.
Batu bara berkalori menengah tersebut akan digunakan untuk proses blending atau pencampuran dengan batu bara berkalori rendah sehingga dapat meningkatkan performa pembangkit dan mengembalikan kapasitas operasi PLTU secara bertahap.
Bambang mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Kementerian ESDM dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional serta memastikan kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi.
"Saya melihat langkah yang dilakukan Kementerian ESDM sudah cukup baik melalui intervensi cepat untuk mendahulukan kebutuhan dalam negeri.”
Bahlil sudah memastikan pasokan batu bara aman, tetapi pemadaman listrik bergilir sampai kapan? Hari ini giliran Solo.
- Abuleke Bahlil
- Kebutuhan Listrik Pada 2060 Diproyeksi Melonjak, PLN Siap Pangkas Penggunaan Diesel
- PLN Indonesia Power Bangun Ekosistem Energi Terintegrasi
- Bahlil Rangkap Jabatan Menteri ESDM dan Menko Hilirisasi, Pengamat: Kurang Tepat
- IRESS: Pasokan ke Smelter Swasta Jangan Lagi Dihitung Masuk DMO
- Jawab Kritik Rangkap Jabatan Bahlil, ARF: Justru Perjelas Rantai Koordinasi
JPNN.com




