Bahlil Buka–bukaan Soal Keberadaan Tambang di Raja Ampat
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan tambang yang beroperasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya, hanya tersisa satu yakni PT GAG Nikel.
“Aku kan udah bilang, kalau di Raja Ampat itu izin yang masih beroperasi tinggal punya BUMN, GAG Nikel itu,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/7).
Bahlil menjelaskan perusahaan GAG Nikel sudah ada sebelum ia menjabat sebagai Menteri ESDM.
Untuk izin-izin pertambangan lainnya di Raja Ampat, kata Bahlil, sudah dicabut oleh pemerintah pada 2025.
Selain itu, izin yang telah dicabut sebelumnya dikeluarkan oleh kepala daerah dari wilayah tersebut, seperti gubernur dan bupati.
“Bukan gubernur dan bupati yang salah juga, mazhabnya waktu itu adalah undang-undang kewenangan daerah. Jadi, tidak ada izin yang keluar dari pusat,” ucap Bahlil.
Pernyataan tersebut merespons Greenpeace Indonesia. Dikutip dari laman resmi Greenpeace Indonesia.
Laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut menyatakan setidaknya ada tiga perusahaan yang tengah memproses izin pertambangan nikel, dengan rencana wilayah operasi di bagian timur Pulau Waigeo.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan tambang yang beroperasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya, hanya tersisa satu yakni PT GAG Nikel.
- Diplomasi Bahlil ke AS-Rusia Dinilai Langkah Tepat untuk Mengamankan Pasokan BBM
- Ekonom Sambut Positif Moratorium Industri Nikel yang Digagas Menteri Bahlil
- Bahlil Buka–bukaan soal Gaji Rangkap Jabatan 2 Menteri
- Suahasil Beberkan Anggaran Kemenko Baru Bersumber dari Kementerian ESDM
- Pemda Diminta Alokasikan Pajak Air Tanah untuk Pemeliharaan Lingkungan
- Soroti Rekam Jejak Bahlil, Akademisi Optimistis Hilirisasi Energi Makin Cepat
JPNN.com




