JPNN.com

Bakorkamla Dinilai Gagal Kawal Lautan RI

Kamis, 07 November 2013 – 21:34 WIB
Bakorkamla Dinilai Gagal Kawal Lautan RI - JPNN.com
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), TB Hasanuddin saat Peluncuran dan Bedah Buku "Arsitektur Keamanan Nasional", karyanya di press room DPR, Senayan Jakarta, Kamis (7/11). Foto: Fathra/JPNN.Com

JAKARTA - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), TB Hasanuddin mengatakan ada 13 unsur di dalam Badan Koordinasi Keamanan Laut  Republik Indonesia (Bakorkamla RI). Tapi ke-13 unsur tersebut menurut TB Hasanuddin, jalan sendiri-sendiri.

"Ada 13 unsur keamanan yang tergabung dalam Bakorkamla RI yang tugas utamanya menjaga keamanan laut. Tapi tidak satu pun diantara unsur keamanan laut itu yang bisa mendeteksi lalu-lintas dan masuknya orang asing ke daratan Indonesia terutama yang mendarat di Pantai Selatan Laut Jawa," kata TB Hasanuddin, saat Launching dan Bedah Buku "Arsitektur Keamanan Nasional", karya TB Hasanuddin, di press room DPR, Senayan Jakarta, Kamis (7/11).

Lemahnya daya deteksi dan daya cegah masuknya orang asing ke daratan Indonesia melalui laut lanjut dia, karena terjadinya tumpang-tindih diantara unsur-unsur yang ada dalam instituti tersebut.

"Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin menyatukannya dalam satu-kesatuan koordinasi, ribut semuanya," tegas TB Hasanuddin.

Menurut informasi yang digali oleh Wakil Ketua Komisi I DPR itu dari sejumlah manusia perahu (imigran gelap) yang lolos ke daratan Pulau Jawa, terungkap dari 100 persen yang melakukan penyusupan masuk melalui laut Indonesia, sekitar 90 persen bisa mendarat dengan aman tanpa gangguan.

"Sisanya 10 persen yang gagal sampai ke daratan Pulau Jawa atau daratan Indonesia disebabkan karena ancaman alam seperti ombak besar dan sakit. Tidak satu pun dari mereka yang gagal memasuki wilayah Indonesia karena adanya penjagaan keamanan yang memadai. Padahal dalam 13 unsur itu ada TNI dan Polri," ungkap TB Hasanuddin.

Lebih lanjut, Jenderal TNI (Purn) Bintang Dua itu menjelaskan, saat ini lautan Indonesia tidak saja sebagai sarana masuknya imigran gelap ke Indonesia. Laut, kata Ketua DPD PDIP Jawa Barat itu juga jadi sarana untuk masuknya barang-barang selundupan elektronik dan ajang pencurian kekayaan Indonesia berupa ikan.

"Sekarang narkoba masuk ke Indonesia lewat pantai, barang selundupan elektronik juga aman-aman saja masuk melalui laut. Bahkan kekayaan alam kita seperti ikan juga dicuri orang tanpa ada yang mencegah atau menangkap," imbuh TB Hasanuddin.(fas/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fuz