Balasan Iran Soal Pernyataan Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
jpnn.com, ISTANBUL - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi melayangkan kritik tajam terhadap klaim sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Selat Hormuz.
Gharibabadi menegaskan bahwa jalur laut strategis tersebut tidak akan pernah bisa direbut hanya dengan modal cuitan media sosial, kapal induk, ataupun pidato kampanye.
Melalui pernyataan resmi pada Jumat, Iran menegaskan negaranya tidak gentar terhadap segala bentuk unjuk kekuatan dan intimidasi militer AS.
Pernyataan tersebut disampaikan Gharibabadi, Jumat, untuk menepis klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sesumbar akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah negaranya.
Wamenlu Iran itu mengatakan AS harus mengakui kekalahan strategis dan serius yang telah dideritanya dalam perang melawan Iran.
“Iran tidak takut terhadap ancaman dan tidak dapat diintimidasi oleh unjuk kekuatan,” katanya melalui unggahannya di platform media sosial X.
“Selat Hormuz itu milik Iran, sekarang milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran. Sampai kalian menerima kenyataan mengenai kekalahan kalian dan meninggalkan fantasi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade di Hormuz,” tambahnya.
Dalam pernyataannya sehari sebelumnya, Trump mengklaim bahwa Angkatan Laut AS sedang memberlakukan blokade penuh terhadap Selat Hormuz.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi melayangkan kritik tajam terhadap klaim sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Selat Hormuz.
- Trump Pastikan Peran Selat Hormuz akan Berkurang
- Setelah Dikritik Trump, Korsel Bersiap Kirim Armada Angkatan Laut ke Selat Hormuz
- Amerika Kembali Bombardir Iran, Donald Trump Sebut demi Timur Tengah
- Iran Lancarkan Serangan Balasan, Sasar Pangkalan AS di Kawasan
- AS Ancam Serang Iran Lagi, Trump: Lihat Saja Apa yang Terjadi
- Konflik AS-Iran Memanas, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.722 per Dolar AS
JPNN.com




