Balitbang Kemenhub Gandeng ITS Kaji Strategi Pemulihan Transportasi di Kala Pandemi

Balitbang Kemenhub Gandeng ITS Kaji Strategi Pemulihan Transportasi di Kala Pandemi
Calon penumpang kapal yang ingin menyeberang. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

jpnn.com, JAKARTA - Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan bersama Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) bekerjasama memulihkan sektor transportasi yang terdampak pandemi corona.

Salah satunya dengan melalui kajian dengan tema Strategi Adaptasi dan Pemulihan Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan Pada Saat dan PascaPandemi Covid-19, pada Selasa (29/9).

“Pandemi memang akan menurunkan pertumbuhan ekonomi, namun tanpa upaya sigap dari pemangku kebijakan untuk selamatkan nyawa penduduk Indonesia, maka optimistis perekonomian tidak akan pernah datang,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti.

Hayati menambahkan bahwa sektor maritim bukan hanya berfungsi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi saja, tetapi juga sebagai simbol kekuatan dan kedaulatan negara.

Bahkan berperan juga untuk menyatukan wilayah yang tersebar di Indonesia. Karena itu perlu adanya pemulihan bisnis sektor transportasi perairan di saat dan pascapandemi.

Berdasarkan laporan pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, untuk kondisi transportasi laut dari Mei hingga saat ini telah mengalami kenaikan baik untuk angkutan penumpang maupun logistik.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo mengatakan bahwa Indonesia diuntungkan dengan luasnya wilayah, dan jumlah penduduk yang besar, hal ini menyebabkan kebutuhan angkutan logistic yang cukup tinggi.

“Kargo harus jalan, penumpang juga harus jalan, sehingga ekonomi bisa terus berjalan, namun tentu harus dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Agus.

Balitbang Kemenhub bersama Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) bekerjasama memulihkan sektor transportasi yang terdampak pandemi corona.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News