Bamsoet Minta Polisi Jangan Ragu Sikat Oknum Ormas yang Ganggu Keamanan dan Investasi
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan guna menjaga ketertiban umum.
Satgas Terpadu ini dibentuk untuk menjaga stabilitas nasional dan memberikan kepastian hukum atas persoalan ormas yang meresahkan masyarakat dan mengganggu investasi di Indonesia.
Menurut Bamsoet, pembentukan Satgas Terpadu tersebut menunjukan Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan negara tidak akan tinggal diam terhadap berbagai bentuk tindakan yang mengancam ketertiban umum dan kestabilan sosial.
Dia mengingatkan premanisme dan oknum ormas yang meresahkan bukan hanya gangguan hukum, tetapi ancaman terhadap fondasi negara.
"Tegakkan hukum setegak-tegaknya. Tindakan oknum ormas yang meresahkan itu masuk dalam tindak pidana umum. Aparat penegak hukum jangan ragu menindak tegas oknum ormas yang mau malak, mau memeras, minta THR dan seterusnya," tegas Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (9/5).
Penegasan itu disampaikan Bamsoet saat dengar pendapat dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR di Polda Metro Jaya, Kamis (8/5).
Dalam kesempatan itu juga hadir antara lain Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Djati Wiyoto Abadhy, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Patris Yusrian Jaya, Kepala BNN Jakarta Utara Kombes Irwan Andy Purnamawan dan Kepala BNN Jakarta Selatan Kombes Bambang Yudistira.
Ketua ke-15 MPR itu mengingatkan, belum lama ini ada dua kasus yang melibatkan oknum ormas dalam tindakan kriminal yang mengganggu keamanan dan ketertiban.
Bamsoet mengingatkan premanisme dan oknum ormas yang meresahkan bukan hanya gangguan hukum, tetapi ancaman terhadap fondasi negara
- Jurnalis Indonesia Ditahan Militer Israel, HNW Desak Pemerintah Segera Bergerak
- MPR Setujui Penolakan Final Ulang LCC Empat Pilar Kalbar, Format Juri Juga Dirombak
- Rupiah Diprediksi Melemah Lagi Besok, USD Berada di Rentang Rp 17.590-Rp 17.660
- Ketum Relawan Logis 08: Ekosistem Belum Siap, Danantara Sebaiknya Tunda Investasi Peternakan Ayam
- Menko Airlangga & Menlu Belarus Bahas Kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia
- Herman Deru Dukung Integrasi Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat, Investasi Capai Rp 26 Triliun
JPNN.com




