Bamusi Ubah Wajah PDIP

Bamusi Ubah Wajah PDIP
Bamusi Ubah Wajah PDIP
JAKARTA-Citra PDIP selama ini sulit dilepaskan sebagai partainya 'kaum abangan'. Tapi, sejak Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), sayap resmi  partai yang membidik segmen umat Islam, lahir pada 29 Maret 2007, citra itu berangsur-angsur mulai diubah.

Ketua Umum Bamusi Hamka Haq mengatakan pendirian Bamusi membawa tiga tujuan sekaligus, yakni tujuan teologis, ideologis, dan tujuan pragmatis partai. Secara teologis, kata Hamka, saat ini dari 200 juta umat Islam, yang terbina dalam ormas Islam diprediksi hanya sekitar 100 juta. Sebagian muslim yang tidak terbina ormas Islam itu digolongkan abangan dan berada di PDIP.

"Secara internal, kita bina PDIP. Alhamdulillah, dengan kehadiran Bamusi, saya lihat ada perubahan," kata Hamka sewaktu bersilaturahmi dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di gedung pusat dakwah PP Muhammadiyah, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, kemarin (6/1). Din termasuk salah seorang koseptor di balik pendirian Bamusi.

Hamka menyampaikan kiprah Bamusi dalam pembinaan umat Islam sudah mulai mendapat pengakuan. Dia mencontohkan Bamusi yang terbaik justru di Sumatera Utara. Padahal, di sana, Ketua DPD PDIP adalah seorang nasrani. "Tapi, itu tidak masalah. Antara Islam dan kritistiani sudah terbiasa dengan perbedaan," katanya.

JAKARTA-Citra PDIP selama ini sulit dilepaskan sebagai partainya 'kaum abangan'. Tapi, sejak Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), sayap resmi 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News