Bangun Kemandirian Difabel, Lestari Moerdijat Dorong Pemanfaatan Teknologi AI
Rerie mengungkapkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) per Juni 2025 mencatat 3.128 mahasiswa disabilitas menuntut ilmu di 282 perguruan tinggi.
Hal itu menandakan semakin terbukanya akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas.
Di sisi lain, kata Rerie, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan masih banyak penyandang disabilitas yang bekerja di sektor informal (sekitar 70 persen).
"Penguasaan AI, dapat menjadi akselerator untuk membuka peluang ekonomi dan meningkatkan produktivitas penyandang disabilitas," tambah Rerie.
Rerie menegaskan dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi alat keadilan sosial yang memastikan transformasi digital di Indonesia mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk penyandang disabilitas. (mrk/jpnn)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menilai kecerdasan buatan atau AI kini menjadi harapan baru bagi penyandang disabilitas di Indonesia
Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi
- Niriksagara Kembangkan AI untuk Tentukan Prioritas Infrastruktur Indonesia
- Mbak Rerie Dorong Kampus Inklusif Segera Terwujud, Bukan Hanya Sekadar Regulasi
- Mbak Rerie Menyinggung Permendikdasmen soal Guru PNS dan PPPK
- Dibintangi Dian Sidik dan Adelia Rasya, Jaka Tingkir Saga Hadir dengan Teknologi AI
- Runjian Perluas Bisnis AI dan Komputasi ke ASEAN, Indonesia Jadi Basis Ekspansi
- 81 Tahun MPR: Merawat Konstitusi dan Menjemut Kompas yang Hilang
JPNN.com




