Banjir di Pulau Sumatra, Hanura Minta Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Dia menilai seluruh akses harus segera dibuka agar jangan sampai, korban bertambah bukan hanya karena banjir dan longsor.
“Tetapi akibat keterlambatan bantuan,” ucap OSO.
Partai Hanura bersama seluruh kader, Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang), dan sejumlah pihak menggalang donasi untuk korban. Data terakhir, dana yang terkumpul sudah mencapai Rp 1,8 miliar.
"Ini bukan soal angka, Hanura ingin ikut meringankan korban. Hanura sudah menunjuk koordinator untuk melaksanakan tugas tanggap bencana dan pergi ke Sumatra. Hari ini, perwakilan DPP Partai Hanura, berangkat ke lokasi bencana," tuturnya.
OSO juga mengistruksikan kader Hanura di seluruh daerah hingga tingkat ranting (kelurahan/desa), mendoakan para korban bencana, dan menggalang bantuan.
"Kami atas nama seluruh kader Partai Hanura, berbelasungkawa atas bencana yang sampai detik ini telah menelan 600-an korban jiwa dari tiga provinsi. Semoga almarhum di tempatkan di sisi Tuhan. Semoga semua dapat kesabaran lahir batin," doa OSO.
Partai Hanura, tegas OSO, akan terus berdiri tegak untuk rakyat, bergerak untuk kemajuan daerah, dan bekerja untuk masa depan Indonesia.
"Tagline kami tetap berpihak kepada daerah. Daerah makmur, Indonesia makmur," tegas dia.
Ketua Umum Parta Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) meminta pemerintah segera menetapkan banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatra sebagai bencana nasional.
- Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Ajak Anak Muda Membangun Masa Depan Lewat Jalur Politik
- PDIP: Outlook Negatif Moody's Peringatan Serius, Pemerintah Harus Berbenah
- Punya Sistem Polder, Andalan PIK2 Bebas Banjir saat Hujan Ekstrem
- Tanggul Sungai Nglangak Kudus Jebol, Banjir Menggenangi 5 RT-2 RW
- Respons Cepat Tim BTB Tangani Dampak Banjir dan Longsor
- BNPB Upayakan Pinjaman Luar Negeri Untuk Kebutuhan Anggaran Pencegahan Bencana
JPNN.com




