Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Tak Sampai 5 Persen, Pengamat: Pemerintah Jangan Lengah
jpnn.com, JAKARTA - Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,8 persen pada tahun ini.
Meskipun menunjukkan pertumbuhan positif, angka ini dinilai masih rendah dan perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah.
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah menyoroti prediksi 4,8 persen tersebut masih berada di bawah target ideal yang sering diasumsikan pemerintah.
"Artinya, kan, masih di bawah lima persen mbak, pertumbuhan yang diasumsi, yang diprediksikan oleh Bank Dunia ya," ujar Trubus Rahadiansyah saat dihubungi jpnn.com, Kamis (9/10).
Menurut Trubus, angka di bawah lima persen mengindikasikan laju pertumbuhan masih rendah, terutama dibandingkan dengan prediksi era Jokowi, yang pernah mencapai lima persen.
Dia membandingkan angka tersebut dengan target pertumbuhan yang diakui Indonesia, yakni sebesar 5,12 persen.
"Sementara target kita yang di Indonesia diakui (catatan BPS Triwulan II-2025, red), kan 5,12 kan. 5,12 persen, kan, Indonesia," tegasnya.
Trubus menilai, catatan Bank Dunia ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah agar tidak lengah dalam merumuskan kebijakan ekonomi.
Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,8% pada tahun ini.
- BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 1,9%
- Ekonom Beri Peringatan Efek Kenaikan Pertamax, Inflasi, hingga Dapur Kelas Menengah
- Pemberdayaan Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Restoratif NTT
- OJK Diminta Siapkan Mitigasi Kenaikan Masalah Kredit
- Pemerintah Bakal Revitalisasi 71.744 Sekolah, Janjikan Buka 1,1 Juta Lapangan Kerja
- Ekonom Ungkap Efek Berantai Transpotasi Publik, Jangan Dianggap Sepele
JPNN.com




