Bank Mandiri Memperkuat Prinsip ESG Lewat Aksi Nyata Penanganan Sampah Plastik
Dengan begitu, Bank Mandiri berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 6.173 kg CO? ekuivalen per bulan.
Angka tersebut setara dengan menanam dan menumbuhkan 102 bibit pohon jenis konifer selama 10 tahun, serta menghindari emisi dari 36 km jarak tempuh mobil diesel dan 54 km jarak tempuh sepeda motor.
Tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, upaya ini juga menyasar aspek edukasi.
Sebanyak 233 peserta berhasil dijangkau melalui berbagai media edukasi seperti poster, kuis interaktif, dan permainan memilah sampah.
Pesan utamanya adalah tentang kondisi krisis sampah di Indonesia, pentingnya prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta cara memilah sampah sejak dari sumbernya.
Menurut Ossy, isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, adalah tantangan nyata yang membutuhkan aksi konkret dan berkelanjutan.
"Melalui inisiatif ini, Bank Mandiri ingin membuktikan bahwa kami tak hanya hadir dalam aspek ekonomi, tapi juga turut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tambah Ossy.
Selain sampah plastik, Bank Mandiri juga mengimplementasikan program Drop Box Daur Ulang sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pengelolaan sampah berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri mendukung terciptanya ekonomi sirkular serta penerapan prinsip ESG secara konsisten
- Sambut Baik Peluncuran SRUK, Eddy Soeparno: Langkah Perkuat Tata Kelola Pasar Karbon
- Pemerintah Luncurkan SRUK untuk Perkuat Ekosistem Pasar Karbon Indonesia
- Prabowo: Indonesia Dibicarakan Dunia Gegara Memimpin Pengurangan Emisi Karbon
- Bank Mandiri Hadirkan Layanan yang Lebih Nyaman bagi Nasabah
- Kuota Borobudur Marathon 2026 Ditambah 12.500 Peserta, Targetkan Perputaran Ekonomi Rp 100 Miliar
- Ibas Bantu Operasional TPS 3R Demi Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik
JPNN.com




