Bantar Gebang Kritis, Judistira Dorong Transformasi Total Kelola Sampah Jakarta
Ia juga mengkritik sistem pengelolaan di masyarakat yang selama ini hanya mengandalkan imbauan tanpa fasilitas mumpuni.
“Jangan hanya menyuruh warga tertib, tapi siapkan sistemnya, tempatnya, dan juga insentifnya,” imbuhnya.
Terkait teknologi seperti Refuse Derived Fuel (RDF) dan Intermediate Treatment Facility (ITF), Judistira mengingatkan pentingnya kesiapan sosial dan komunikasi publik agar tidak ada penolakan dari masyarakat.
Dari sisi kebijakan, ia memastikan DPRD DKI akan mengawal komitmen anggaran dalam APBD.
“Kami dorong alokasi anggaran khusus di 2026 maupun 2027. Namun, yang paling penting adalah konsistensi. Jangan sampai program berubah setiap ganti kepemimpinan,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin menyatakan pihaknya terus menggenjot fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi.
“Kami kembangkan RDF dan ITF sebagai solusi, namun butuh dukungan lintas sektor termasuk masyarakat,” kata Dudi.
Sementara itu, Founder Waste4Change Sano dan praktisi lingkungan Arky Gilang Wahab sepakat bahwa kunci keberhasilan ada pada pemilahan sampah dari sumber serta perubahan budaya masyarakat.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD Jakarta, Judistira Harmawan mengatakan target menghentikan pengiriman sampah ke TPST Bantar Gebang butuh reformasi sistem
- Rayakan HUT ke-81 RI, AQUA Ajak Warga Jakarta Ikuti Gerakan Kaum Adem di Blok M
- Dedi Mulyadi Ungkap Ada Tumpukan Sampah yang Dibiarkan Selama 32 Tahun di Kota Bandung
- Kemendagri Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI & Edukasi Pengelolaan Sampah
- GO-SARI Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul, Sulap Sampah Jadi Penghasilan
- Waste to Fuel, Olah Sampah Jadi RDF Dinilai Lebih Efisien
- Inovasi Waste-to-Fuel, Ubah Sampah Jadi Energi Alternatif Pendamping Batu Bara
JPNN.com




