Banyak Produk Sehari-hari Mengandung BPA, Pakar Minta Pemerintah Atur Batas Aman
Dia mengatakan, banyak riset yang sudah dilakukan terkait uji migrasi BPA terhadap sejumlah air minum dalam kemasan (AMDK) ternama di Indonesia dan semua hasilnya masih di bawah ambang batas aman BPOM.
Steven menegaskan, keberadaan BPA pada suatu material tidak otomatis membuat produk tersebut membahayakan kesehatan.
Sebab, yang menjadi acuan adalah hasil pengujian migrasi dan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan.
"Jadi, enggak usah jadi parno dengan satu isu yang sebetulnyae enggak perlu dibesar-besarin," katanya.
Sebelumnya, Ahli kesehatan Dokter Ngabila Salama MKM memastikan kemasan pangan yang menggunakan BPA masih aman untuk dipakai. Dia mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir karena meminum air dari galon tersebut tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan.
"(Minum dari galon PC) Masih aman. Dan tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan apapun," kata Ngabila Salama.
Ngabila menjelaskan 90 persen BPA yang masuk ke dalam tubuh akan dibuang melalui urine dan feses.
Eks staf teknis komunikasi transformasi kesehatan kemenkes ini menjelaskan, BPA baru akan bermigrasi dari kemasan ke makanan apabila dipanaskan mencapai suhu lebih dari 70 derajat Celcius.
Pakar Teknik Kimia Steven Soen mengatakan zat Bisphenol A (BPA) tidak hanya terdapat pada galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC).
- Asap Karhutla Kepung Medan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Membagikan 2.200 Masker
- Kejagung Lelang Batu Bara Sitaan Kasus Korupsi Samin Tan, Nilai Limit Rp263,08 Miliar
- Lewat GREAT PlogWell Day 2026, Great Eastern Indonesia Ajak Warga Jaga Kesehatan & Lingkungan
- Tim Unair Latih Kader Posyandu Papua Kenali Masalah Kesehatan Mental Ibu Hamil
- Bidik Loyalitas Pelanggan, Guardian Indonesia Hadirkan MyGuardian Rewards
- Bio Farma dan 23 Century Medical Group Jalin Kolaborasi, Ini Hasilnya
JPNN.com




