Bapanas Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Cegah Kasus Keracunan Terulang

Bapanas Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Cegah Kasus Keracunan Terulang
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy dalam agenda APPMBGI National Summit 2026: Dari Pangan Bergizi Menuju Kecerdasan Bangsa di Jakarta, Sabtu (25/4/2026). ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas

Transformasi ini disebut turut menggerakkan ekonomi perdesaan melalui pemberdayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai agregator dan penghubung antara produsen lokal dengan dapur-dapur program MBG.

Sarwo Edhy turut menekankan bahwa aspek keamanan dan mutu pangan menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar. Pihaknya telah menyiapkan infrastruktur pengawasan berupa laboratorium mobil yang siap berkeliling melakukan pengujian bahan baku di setiap SPPG guna mencegah risiko keracunan makanan.

Selain itu, pemerintah juga melakukan edukasi tentang sanitasi, higiene, hingga manajemen sisa pangan (food waste). Sisa makanan yang dihasilkan bakal diarahkan untuk dikelola kembali menjadi pakan ternak atau pupuk organik, sehingga program ini juga berjalan dengan prinsip ramah lingkungan.

“Keberhasilan program MBG ini tentunya sangat dipengaruhi oleh kontribusi kita semua, karena kita tahu bahwa tanpa kolaborasi yang kuat, tujuan program MBG tentu akan sulit dicapai,” ungkap dia.(antara/jpnn)

Bapanas berkomitmen memperketat pengawasan keamanan pangan dalam program MBG guna memastikan tidak ada lagi kasus keracunan makanan di masa mendatang.


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News