Bapanas Perkuat Stabilisasi Pasokan dan Harga Cabai
jpnn.com - JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumpulkan para pemangku kepentingan komoditas cabai yang terdiri dari champion petani cabai dari Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.
Kemudian pedagang cabai di wilayah DKI Jakarta, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan DKI Jakarta, serta Satgas Pangan Polri dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Cabai yang digelar secara daring pada Minggu (15/2).
Rakor tersebut untuk merespons dinamika harga dan pasokan cabai rawit merah di sejumlah wilayah, terutama di DKI Jakarta.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan bahwa stabilisasi cabai memerlukan orkestrasi hulu hingga hilir.
Menurutnya, sentra produksi yang sedang panen harus terhubung cepat dengan pasar-pasar di hilir, terutama di wilayah konsumen seperti DKI Jakarta agar harga tidak mengalami lonjakan signifikan.
“Cabai adalah komoditas yang sangat sensitif terhadap pasokan harian. Karena itu, penguatan distribusi dari sentra panen ke pasar utama harus kita percepat melalui koordinasi lintas daerah dan lintas kementerian,” ujar Ketut.
Dia juga menegaskan bahwa pemerintah sejak awal telah memberi ruang kepada petani untuk mendapatkan keuntungan yang wajar.
Namun, dia mengingatkan agar harga di tingkat produsen maupun konsumen harus wajar dan baik. Jika tidak, harus dilakukan intervensi stabilisasi yang memberikan keseimbangan pada aspek hulu maupun hilir.
Pemerintah sejak awal telah memberi ruang kepada petani untuk mendapatkan keuntungan yang wajar.
- Inflasi Tahunan Mei Tembus 3,08 Persen, Cabai dan Minyak Goreng Penyumbang Terbesar
- Harga Cabai Rawit Tembus Rp 72.500 Per Kilogram, Meroket!
- Pemerintah Perkuat Intervensi Untuk Jaga Harga Pangan di Konsumen-Produsen
- 5 Manfaat Cabai, Bikin Pencernaan Bahagia
- Bapanas Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Cegah Kasus Keracunan Terulang
- Kepala Bapanas: Impor Hanya 5 Persen, Indonesia Resmi Capai Swasembada Pangan
JPNN.com




