Batu Bara Tetap Menjadi Pilar di Tengah Kebutuhan Listrik yang Melonjak

Batu Bara Tetap Menjadi Pilar di Tengah Kebutuhan Listrik yang Melonjak
Warga melihat sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara. Ilustrasi Foto: ANTARA /AJI STYAWAN

jpnn.com, JAKARTA - Pertengahan 2026 memberi konteks baru bagi sektor energi. Pemerintah sudah menetapkan arah kelistrikan satu dekade ke depan melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik atau RUPTL PLN 2025-2034.

Dalam rencana itu, pemerintah menargetkan tambahan kapasitas pembangkit 69,5 gigawatt hingga 2034. Nilai investasi yang dibuka mencapai Rp2.967,4 triliun, dengan potensi penciptaan lebih dari 1,7 juta lapangan kerja baru.

Kebutuhan listrik tidak berdiri sebagai urusan pembangkit semata. Ia menarik pekerjaan konstruksi, transmisi, distribusi, logistik bahan bakar, perawatan infrastruktur, hingga jasa pendukung di lapangan.

Di daerah penghasil energi, rantai kerja itu terasa sejak tahap persiapan lahan sampai operasi berjalan.

“RUPTL 2025-2034 menunjukkan kebutuhan listrik yang besar dan bertahap. Batu bara masih menjadi bagian dari sistem, terutama untuk menjaga kestabilan pasokan. Karena itu, rantai kerja di tambang harus tertib, mulai dari produksi, pengangkutan, sampai pengamanan pasokan domestik,” ujar Komisaris PT Arkara Prathama Energi Ivan Victor Salim.

Di sisi hulu, batu bara masih menjadi bagian penting dari rantai pasok energi. Laporan Kinerja Ditjen Minerba 2025 mencatat realisasi produksi batu bara mencapai 817,48 juta ton, atau 115,14 persen dari target perjanjian kinerja sebesar 710 juta ton.

Pada tahun yang sama, realisasi pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri mencapai 246,88 juta ton, atau 136,19 persen dari target sebesar 181,28 juta ton. Skala itu memperlihatkan pekerjaan yang harus dijaga.

Batu bara tidak hanya diproduksi, lalu berhenti di mulut tambang. Komoditas ini harus dipindahkan, diangkut, disimpan, dan dikirim sesuai kebutuhan industri dan kelistrikan.

Batu bara masih menjadi bagian dari sistem, terutama untuk menjaga kestabilan pasokan kebutuhan listrik.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News