Bawah Bantal

Oleh Dahlan Iskan

Bawah Bantal
Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

Katanya: Itu bukan uangnya. Uang itu ada yang punya. Kafe itu bukan kafenya. Ada yang punya.

Baca Juga:

Tidak lama setelah konferensi pers Jampidsus itu, Polri juga mengadakan kegiatan serupa. Telak. Polri menampilkan tumpukan uang yang banyak sekali, termasuk uang dolar.

Juga, mempertontonkan emas batangan sebanyak 74 kg –dua kilogram lebih banyak dari emas yang ada di puncak tugu Monas Jakarta.

Setelah dua konferensi pers itu wartawan hanya bisa mengintip dan menguping berseliwerannya sinyal-sinyal rahasia tingkat paling tinggi. Itulah Jumat malam yang sangat menegangkan. Sampai larut malam.

Kontak-kontak paling rahasia bertalu antara Istana, Mabes TNI, Kemenhan, Kejagung, Mabes Polri.

Puncaknya, di tengah malam yang sunyi, mungkin sudah masuk waktu hari Sabtu dini hari sebuah surat ditandatangani. Lalu dikirimkan ke Jaksa Agung. Isinya: surat pengunduran diri Febrie Ardiansyah sebagai jampidsus.

Dengan cara itu maka tidak ada lagi kesan Polri berhadapan dengan Kejaksaan Agung. Yang ada adalah Polri menangani perkara pribadi warga negara bernama Febrie Ardiansyah.

Apakah ada nego di balik itu perlu menunggu adanya tembok-tembok bertelinga yang mau bicara.

Ternyata ada jam yang lebih mahal dari jam merek Richard Mille: Jampidsus. Itulah guyonan warganet soal pengunduran diri Febrie Adriansyah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News