Bayi Nyaris Tertukar, Ibu Asal Cimahi Somasi RSHS Bandung
jpnn.com, BANDUNG - Nina Saleha, ibu asal Cimahi yang nyaris kehilangan bayinya karena diduga tertukar, melayangkan surat somasi melalui kuasa hukumnya.
Surat somasi dilayangkan untuk RS Hasan Sadikin Bandung yang dianggap lalai.
Kuasa hukum Nina, Krisna Murti, menegaskan kliennya dan pihak rumah sakit belum sepakat untuk berdamai. Dengan demikian, klaim yang beredar mengenai sudah adanya perdamaian tidaklah benar.
Menurutnya, pihak rumah sakit memang sudah menyampaikan permintaan maaf dan kliennya sudah menerima. Namun, adanya permintaan maaf itu tak menghilangkan unsur pidana yang kemungkinan terjadi dalam kasus itu.
Dia menyebut, bila memang ada perdamaian, mestinya ada semacam dokumen resmi yang menjadi bukti adanya perdamaian. Namun, dokumen itu tidak pernah ada.
"Bahwa klien kami belum pernah melakukan permintaan atau kesepakatan damai dengan pihak rumah sakit," kata Krisna Murti di RSHS Bandung pada Senin (13/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Krisna pun membantah pernyataan dari pihak rumah sakit mengenai kronologi kejadian yang menimpa kliennya.
Hal pertama yang dibantah yakni pernyataan soal kliennya yang telah menandatangani surat kepulangan.
Nina Saleha somasi RSHS Bandung usai bayinya diduga tertukar. Kuasa hukum bantah ada damai, minta tes DNA dan ancam tempuh jalur hukum.
- Cekcok Antara Ipar di Bandung Berujung Penusukan, Begini Kronologinya
- Derbi Jawa Barat Bakal Tersaji di Final Kejurnas Voli U-18 Sektor Putri
- Perangi Sampah Plastik, Gandawesi UPI Bersihkan Sungai Cikapundung
- Day of The Seafarer 2026 Bakal Segera Digelar di Jabar
- Kisah Haru Perempuan Warga Binaan, Semalam Peluk Anak di Tenda Lapas
- Dedi Mulyadi Didesak Buka Tambang di Bogor, Jawabannya Tegas
JPNN.com




