Bea Cukai Pacu Pelaku Usaha KEK Jateng Naik Kelas ke Pasar Global
jpnn.com, JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jawa Tengah terus berkembang sebagai salah satu motor pertumbuhan industri dan investasi.
Di tengah persaingan pasar global, keberadaan fasilitas kepabeanan dan asistensi ke pelaku usaha menjadi bagian penting untuk menjaga efisiensi produksi sekaligus kelancaran arus barang.
Salah satunya terlihat dari aktivitas PT Royal Regent Indonesia yang beroperasi di KEK Kendal.
Perusahaan manufaktur itu memproduksi berbagai produk, mulai dari kursi mainan, pakaian boneka, hingga unit traktor mini.
Dengan rata-rata ekspor sekitar 20 kontainer setiap bulan, produknya telah menjangkau pasar Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan sejumlah negara lainnya.
Operasional di dalam KEK memberikan sejumlah kemudahan fiskal kepada perusahaan, antara lain pembebasan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor (PDRI) sesuai ketentuan yang berlaku.
Fasilitas tersebut membantu menekan biaya operasional sehingga produk perusahaan memiliki daya saing lebih baik di pasar internasional.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo mengatakan fasilitas KEK tidak hanya ditujukan untuk memberikan kemudahan fiskal, tetapi juga mendorong efisiensi dan daya saing dunia usaha.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jawa Tengah terus berkembang sebagai salah satu motor pertumbuhan industri dan investasi.
- 7 Kategori Produk yang Wajib Bersertifikat Halal Mulai 18 Oktober 2026, Catat!
- Menko Airlangga Resmikan Pabrik PT HSG Material Indonesia Senilai Rp710 Miliar di KEK Kendal
- Sinergi Bea Cukai & Bareskrim Polri Berbuah Manis, Sita 5 Kg Sabu-Sabu dari 3 Tersangka
- Doulos Hope Singah di Jakarta, Bea Cukai Dukung Kelancaran Impor Buku
- Bea Cukai Musnahkan 9,1 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp13,61 Miliar
- 1,79 Juta Batang Rokok Ilegal Gagal Beredar di Lampung Berkat Sinergi Bea Cukai-Polri
JPNN.com




