Beberapa Ruas Tol Ini Tarifnya Dinilai Terlalu Mahal

Beberapa Ruas Tol Ini Tarifnya Dinilai Terlalu Mahal
E-Toll. Ilustrasi Foto: Sutan Siregar/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Tarif beberapa ruas jalan tol yang telah ditetapkan ternyata masih dianggap terlalu tinggi. Jalan alternatif yang tujuannya untuk memudahkan malah jadi menyulitkan masyarakat dari segi biaya.

Hal tersebut dibenarkan Anggota Komisi V DPR RI Sungkono. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai masih ada beberapa ruas tol yang tarifnya tinggi.

Salah satunya ruas tol Surabaya-Mojokerto-Kertosono. Dia mengatakan, dengan tarif yang tinggi, masyarakat yang awalnya diharapkan bisa menggunakan jalan tol, malah lebih memilih jalan biasa.

”Dampaknya, beban jalan yang diharapkan berkurang dengan adanya tol, tidak terpengaruh sama sekali. Tetap saja macet. Beban jalan tetap saja berat,” kata Sungkono kepada Jawa Pos, Rabu (31/1).

Ruas tol Surabaya-Mojokerto-Kertosono ternyata bukan satu-satunya jalan tol yang dikeluhkan masyarakat karena tarifnya yang tinggi.

Masih ada ruas-ruas tol lain yang tarifnya cukup memberatkan kantong masyarakat. Seperti tol Becakayu Seksi IB dan IC (Cipinang-Jaka Sampurna). Ruas tol sepanjang 8,26 km itu mematok tarif mulai dari Rp 14 ribu.

Ada juga ruas tol Medan-Binjai Seksi 2 dan 3 (Helvetia-Binjai) sepanjang 10,45 km yang tarifnya mulai dari Rp 10.500.

Ruas tol Semarang-Solo Seksi 3 (Bawen-Salatiga) sepanjang 17,6 km tarifnya mulai dari Rp 17,500.

Tarif sejumlah ruas tol dinilai terlalu mahal. Dampaknya, masyarakat yang diharapkan menggunakan jalan tol, malah lebih memilih jalan biasa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News