Beda Sikap Dedi Mulyadi di Jatiluhur dan Puncak Jadi Sorotan

Beda Sikap Dedi Mulyadi di Jatiluhur dan Puncak Jadi Sorotan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, PURWAKARTA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara soal sorotan terhadap proyek pusat data berbasis artificial intelligence (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Sikap Dedi terhadap proyek senilai sekitar Rp3,5 triliun itu belakangan dibandingkan dengan responsnya ketika menyoroti kondisi kawasan hutan di Puncak, Bogor.

Perbandingan tersebut muncul setelah Dedi sebelumnya terlihat menangis saat berada di kawasan Puncak.

Saat itu, dia mengkritik pemanfaatan kawasan hutan untuk aktivitas rekreasi, termasuk keberadaan sejumlah fasilitas yang dibangun di antara pepohonan.

Sementara di Jatiluhur, proyek data center AI yang memiliki kapasitas awal 120 megawatt (MW) dan direncanakan berkembang hingga 640 MW itu sempat menjadi sorotan karena persoalan administrasi dan lingkungan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) kemudian menghentikan sementara pembangunan proyek tersebut setelah diketahui dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan persetujuan bangunan gedung (PBG) belum lengkap.

Ketika ditanya mengenai perbedaan sikap tersebut, Dedi menegaskan persoalan di Puncak dan Jatiluhur memiliki konteks yang berbeda.

"Itu beda ceritanya, konteksnya beda. Saya waktu yang di Bogor, itu saya mengikuti kegiatan Menteri Lingkungan Hidup dan kegiatan Menko Pak Zulhas. Mereka itu menyegel bangunan yang ada di situ karena provinsi tidak punya kewenangan menyegel," kata Dedi di Bandung, Sabtu (3/10).

Dedi Mulyadi menyampaikan alasan perbedaan sikapnya saat menyoroti kondisi kawasan hutan di Puncak, dengan pembangunan pusat data AI di Jatiluhur Purwakarta.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News