Begini Modus Penyelundupan 1.000 Ton Beras
Dia menilai pola distribusi tersebut tidak masuk akal dan menguatkan dugaan bahwa beras yang diamankan merupakan hasil penyelundupan yang sengaja disamarkan jalur peredarannya.
Pemerintah memastikan proses hukum akan dituntaskan melalui penyidikan Mabes Polri, Satgas terkait, Polda setempat, serta dukungan TNI dan Kejaksaan agar kasus itu transparan.
Amran menegaskan pula praktik semacam itu tidak boleh terulang karena hanya segelintir pihak yang diuntungkan, sementara petani dan bangsa Indonesia menanggung kerugian besar.
Dia mengingatkan pengalaman impor ilegal masa lalu yang memicu masuknya penyakit mulut kuku (PMK), menyebabkan kerugian ratusan triliun rupiah dan penurunan drastis populasi ternak nasional.
"Pernah dulu terjadi, kalau tidak salah 2020. Apa yang terjadi? Hanya impor daging sedikit, tetapi berpenyakit. Yang terjadi adalah pada 2022-2023 ada penyakit PMK. Padahal sudah 100 tahun tidak terjadi di Indonesia. PMK masuk, penyakit ini masuk, tidak ada yang bisa mencegah," beber Amran.
"Akhirnya 17 juta populasi sapi turun menjadi 10 juta lebih. (Lalu) turun enam juta ekor, enam juta ekor ini mati seketika, nilainya berapa? Rp135 triliun," tambah Amran.
Menurutnya, penyelundupan pangan tanpa prosedur karantina dan pengawasan berisiko membawa penyakit atau bakteri yang membahayakan sektor pertanian, peternakan, serta kesehatan nasional.
Karena itu, Amran menegaskan penyelundupan beras dalam jumlah berapa pun harus ditindak tegas hingga ke akar, demi melindungi petani dan swasembada pangan.(antara/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ada dugaan penyelundupan 1.000 ton beras di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Reforma Agraria: Fondasi Swasembada Pangan Berkelanjutan
- 5.597 Gerakan Pangan Murah Digelar Untuk Tekan Inflasi
- Dirut BULOG Pastikan Kualitas Beras Aman dan Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia
- Perkuat Stok Beras di Papua, Dirut BULOG: Kami Targetkan Naik Tiga Kali Lipat
- Mentan Amran Tawarkan Ekspor 10 Ribu Ton Beras ke Singapura
- BULOG Tegaskan Terus Menyerap Gabah Petani Sepanjang Tahun Sesuai Penugasan Pemerintah
JPNN.com




