Bejat, Pimpinan Ponpes di Garut Dilaporkan Mencabuli Santriwati
jpnn.com, GARUT - Polisi melakukan penyelidikan terkait laporan kasus seorang santriwati yang menjadi korban asusila diduga oleh oknum pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Masih penyelidikan," kata Kasatreskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Minggu.
Dia menuturkan kepolisian sudah menerima laporan secara resmi dari pihak keluarga korban asusila pada Sabtu (16/5) siang, dan saat ini laporan tersebut sedang ditindaklanjuti.
Kepolisian khususnya dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, kata dia, dalam penanganan kasusnya melibatkan pihak terkait, termasuk saat memeriksa lebih lanjut keterangan korban terkait peristiwa yang dialaminya.
"Kami melibatkan pihak-pihak terkait juga untuk memeriksa korban," katanya.
Kasus adanya oknum pimpinan pesantren yang melakukan perbuatan asusila terhadap seorang santriwati sempat membuat masyarakat sekitar lingkungan pesantren resah, sehingga terjadi ketegangan sampai akhirnya terduga pelakunya diamankan oleh Polsek Samarang.
"Jajaran Polsek Samarang kemudian mengambil tindakan untuk mengamankan yang bersangkutan dan langsung dibawa ke Polres Garut," katanya.
Kuasa hukum korban, Aditya Kosasih menyampaikan, kasus asusila terungkap setelah korban bercerita kepada orang tua temannya sesama santriwati di pondok pesantren tersebut.
Seorang pimpinan pondok pesantren di Garut dilaporkan atas tuduhan melakukan tindakan asusila kepada seorang santriwati.
- Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Cipancar Jadi Tersangka, Langsung Ditangkap
- 6 Santriwati di Pekalongan Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes
- Sespimma Angkatan ke-75 Gelar FGD, Perkuat Community Policing Atasi Geng Motor di Garut
- Update Dugaan Pencabulan Santriwati oleh Pimpinan Ponpes di Garut
- Heboh Pimpinan Ponpes Cabuli Santriwati, Cak Imin: Jangan Mudah Percaya Mondok Gratis
- Santriwati di Garut Diduga Jadi Korban Asusila
JPNN.com




