Belva, Pendiri Ruang Guru Mundur Sebagai Stafsus Presiden

Belva, Pendiri Ruang Guru Mundur Sebagai Stafsus Presiden
Presiden Joko Widodo memperkenalkan Seskab Pramono Anung Wibowo di Veranda Depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (/23/10). Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah mengundurkan diri sebagai Staf Khusus Presiden. Permohonan itu sendiri sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

"Memang benar, presiden sudah menerima surat pengunduran diri dari Staf Khusus Presiden Saudara Adamas Belva Syah Devara," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam keterangan yang diterima, Selasa (21/4).

Menurut Pram -sapaan Pramono-- Presiden Jokowi menerima dan memahami maksud pengunduran diri Belva. Namun, Pram mengingatkan bahwa Presiden Jokowi sangat menginginkan anak-anak muda yang berpotensi seperti Belva untuk bergabung dalam pemerintahan.

"Sehingga bisa berkontribusi dengan gagasan-gagasan inovatif, kreatif sekaligus memberikan ruang belajar bagi anak-anak muda terkait tata kelola pemerintahan," kata dia.

Mengenai polemik kemitraan Ruang Guru dalam program Kartu Prakerja, lanjut dia, sudah sesuai prosedur dan mekanisme yang ada.

"Proses verifikasi mitra Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku, dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan dalam hal ini," kata dia. (tan/jpnn)

Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah mengundurkan diri sebagai Staf Khusus Presiden. Permohonan itu sendiri sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News