BEM SI Demo di KPK, Adi Prayitno: Presiden Saja Tidak Didengarkan

BEM SI Demo di KPK, Adi Prayitno: Presiden Saja Tidak Didengarkan
Ratusan mahasiswa dari BEM SI yang sempat berunjuk rasa mulai membubarkan diri setelah gagal bertemu dengan Ketua KPK Firli Bahuri, Senin (27/9) Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Adi Prayitno menilai aksi demo mahasiswa dari BEM SI di Gedung KPK tidak akan mengubah hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) yang berujung pemecatan 56 pegawai lembaga antirasuah itu.

Menurut Adi, jangan demonstrasi seperti dilakukan BEM SI, pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta TWK jangan dijadikan acuan untuk memberhentikan pegawai KPK, itu pun tidak menghentikan langkah Firli Bahuri dkk memecat Novel Baswedan Cs.

"Satu sisi, demo mahasiswa, kan, sudah ditebak, angin-anginan. Demo sekali, menggertak, setelah itu hilang. Jadi, tidak akan memberikan dampak politik apa pun," ucap Adi saat berbincang dengan JPNN.com, Senin (27/9).

Pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai aksi demo mahasiswa tidak akan bisa menekan pimpinan lembaga antirasuah untuk mengubah keputusan.

Sebab, KPK menurut dia sulit ditekan oleh apa pun dan lembaga itu punya logika dan preferensi sendiri soal pegawai-pegawai yang menurut mereka dianggap tidak kapabel.

"Di situlah letak kekisruhannya. Jadi, jangankan demo mahasiswa, presiden saja sempat mengimbau untuk tidak memecat pegawai KPK hanya berdasarkan TWK saja, tidak didengarkan," ujar Adi.

Situasinya menurut dia bisa berbeda bila demo mahasiswa tidak berhenti-berhenti. Tetapi hal itu dirasa juga tidak mungkin lantaran mereka disibukkan dengan perkuliahan.

Terlebih lagi di tengah pandemi Covid-19, banyak aturan yang membatasi kegiatan secara masif untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Aksi BEM SI di gedung KPK dinilai tidak akan bisa menekan Firli Bahuri dkk, karena imbauan Presiden Jokowi saja tidak didengarkan.