Benarkah Rusia Enggan Beri Diskon Minyak untuk Indonesia? Cek Faktanya
jpnn.com, JAKARTA - Narasi Rusia enggan memberikan diskon harga kepada Indonesia dalam proses kerja sama impor minyak mentah menyita perhatian publik.
Narasi tersebut dapat dinilai memicu kegaduhan karena tidak sepenuhnya mencerminkan substansi pernyataan yang sebenarnya.
Kedutaan Besar Rusia di Indonesia telah menegaskan isi pemberitaan tersebut tidak mencerminkan pernyataan resmi secara utuh.
Kutipan yang digunakan dinilai keluar dari konteks sehingga menimbulkan interpretasi yang keliru.
Kedutaan Besar Rusia di Indonesia menyebut bahwa kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Moskow menjadi momentum untuk memperkuat peluang kerja sama di sektor minyak dan gas antara kedua negara.
"Komitmen kedua negara untuk memperluas kemitraan strategis di bidang tersebut sangat kuat. Format kerja sama tertentu saat ini sedang dibahas, sesuai dengan mekanisme bisnis yang berlaku," tulis Kedutaan Besar Rusia di Indonesia melalui akun resminya.
Segera Dikirim
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan minyak mentah atau crude yang diimpor dari Rusia bisa dikirim ke Indonesia mulai April 2026 ini.
Kedutaan Besar Rusia di Indonesia telah menegaskan isi pemberitaan tersebut tidak mencerminkan pernyataan resmi secara utuh.
- Idrus Golkar Anggap Fokus Bahlil Buat Prabowo-Gibran, Bukan Maju Capres
- JK: Sulit Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8% Tanpa Tambahan Energi
- Jusuf Kalla Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo di Istana, Singgung Angka Rp 70 T
- Wadirut Pertamina Tekankan Urgensi Kolaborasi Lintas Bisnis untuk Perkuat Ketahanan Energi
- Elnusa Petrofin Beri Penghargaan bagi Awak Mobil Tangki Berprestasi
- WNA Rusia Edarkan Narkotika di Bali, BNN Buru Jaringan yang Terlibat
JPNN.com




