Berbeda dengan NasDem, PSI Harapkan Ambang Batas Parlemen Nol Persen
jpnn.com, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih memiliki pandangan berbeda dengan NasDem menyikapi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT).
Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus menyebut pihaknya mengusulkan PT di angka nol persen karena menyesuaikan ambang batas pencalonan presiden.
"Sudahlah nol persen saja, presidential threshold sudah nol persen," kata Bestari saat dihubungi, Rabu (25/2).
Diketahui, Ketum NasDem Surya Paloh menyebut parpolnya bakal mendorong PT menjadi tujuh persen seperti usul yang disampaikan mereka pada 2020.
Menurut Bestari, penerapan PT tujuh persen bisa berimbas negatif. Banyak partai peserta pemilu berpotensi tak lolos ke parlemen.
"Ada kemudian aturan yang dibuat harus melampaui atau mencapai threshold, maka kemudian terpaksa gugur karena secara nasional tidak tercapai threshold-nya," lanjut dia.
Dari situ, kata Bestari, suara rakyat pada pemilu tidak bisa terwakili partai karena banyak yang tak lolos ke parlemen dengan PT tujuh persen.
"Masyarakat yang sudah memberikan suara kepada seseorang dari partai tertentu, itu terpaksa harus kecewa," kata dia.
Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus menyebut PT nol persen menjadi angka ideal demi menjaga keterwakilan rakyat di parlemen.
- Megawati: Serangan ke Iran dan Penculikan Maduro Buktikan Dasa Sila Bandung Relevan
- KWP Award 2026, Sarmuji Sabet Gelar Responsif Terhadap Aspirasi Publik
- Perjuangkan Perbaikan Sekolah, Lalu Hadrian Diganjar KWP Award 2026
- PSI Gelar Konsinyering Nasional, Tegaskan Transformasi Total Menuju Kemenangan
- PPP Sumut Bersatu, Muskerwil Jadi Awal Konsolidasi Menuju Kejayaan 2029
- Mardiono Optimistis PPP Lolos Verifikasi Pemilu & Siap Kawal Program Pemerintah
JPNN.com




