Bertahan Menyerang
Oleh Dahlan Iskan
jpnn.com - Ayolah ramai-ramai memuji Presiden Donald Trump –saya tidak keberatan melakukannya asal dunia bisa damai.
Kadang seseorang justru tambah emosi kalau dikritik dan dicaci maki, apalagi dibodoh-bodohkan. Anda pun begitu. Setidaknya pasangan Anda.
Misalnya kita harus puji Trump dengan mengatakan tujuan Amerika Serikat menyerang Iran sudah berhasil. Kita puji saja Amerika menang –tanpa perlu menyebut Iran kalah.
Itu sesuai dengan yang diinginkan Trump: "Amerika sudah mencapai kemenangan". Buktinya, katanya, Iran sudah tidak akan membuat senjata nuklir lagi.
Angkatan laut Iran sudah punah. Semua senjata Iran sudah habis. Sudah tidak punya kemampuan menyerang. Udara Iran sudah sepenuhnya dikuasai Amerika. Pesawat tempur Amerika bisa terbang aman sesuka Amerika di wilayah udara Iran. Sistem komando militer Iran sudah lumpuh.
Ketika sebagian orang Amerika mengatakan bahwa serangan itu harus dibayar mahal berupa memburuknya ekonomi Amerika, Trump punya logika sendiri: "Kalau Iran menjatuhkan dua bom nuklir saja di Amerika, ekonomi lebih buruk dari ini". Walhasil Trump sudah sukses membuat ekonomi Amerika hanya berstatus buruk –bukan lebih buruk.
Ya sudahlah. Kita sudah tahu Trump seperti itu. Melihat orang seperti Trump kadang saya memuji kredo arek Suroboyo: sing waras ngalah. Yang masih punya pikiran sehat lebih baik mengalah. Demi kebaikan bersama. Anda pun, para suami, harus ingat kredo itu.
Orang dengan kejiwaan seperti itu juga tidak boleh diejek. Ia sangat peka. Sensitif. Jangankan diejek, ''disemoni'' pun ia sudah merasa seperti ditinju jidatnya.
JPNN.com




