Bertemu Megawati, Deputi PM Kamboja Tertarik untuk Terapkan Ideologi Pancasila Kepada Warga Dunia
Megawati kemudian bernostalgia dengan menceritakan pertemuannya dengan Raja Norodom Sihanouk dan PM Kamboja saat itu yqng juga ayah Hun Many, Hun Sen.
"Saya sedih setiap kali teringat Kamboja karena begitu banyak penderitaan masyarakat Kamboja di masa pemerintahan Khmer Merah," kenang Megawati.
Dalam pembicaraan lain, Deputi PM Kamboja menyampaikan apresiasi atas peran penting Indonesia untuk mengakhiri perang saudara di Kamboja melalui Jakarta Informal Meeting 1 pada Juli 1988 dan Jakarta Informal Meeting 2 pada Februari 1989.
Usaha itu terus dilanjutkan dengan Perjanjian Perdamaian Paris pada 1991 yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Ali Alatas.
Megawati kemudian mengaku sudah cukup lama tidak bertemu dengan Hun Sen.
Terakhir berdasarkan catatan, pada Desember 2010.
Putri Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu sempat bertanya umur Hun Sen saat ini kepada sang anak Hun Many.
"Beliau pada 5 Agustus mendatang berumur 74 tahun," jawab Hun Many.
Deputi Perdana Menteri Kamboja Hun Many menganggap Pancasila bisa diterapkan warga dunia untuk menggapai keharmonisan sesama bangsa.
- PDI Perjuangan Kutuk Penganiayaan Koordinator Sospol BEM UI Hafidz Hernanda
- Minta Penganiayaan Aktivis BEM UI Diusut Tuntas, Gus Falah: Negara Tidak Boleh Kalah
- MK Tak Temukan Ijazah Gibran, Deddy PDIP Langsung Serukan Hak Angket
- Buka Sosialisasi Duta Pancasila, Wawako Maryono Tegaskan Tolak Perundungan di Sekolah
- Pertamina Perkuat Komitmen Jaga Ketahanan Energi di Momentum Hari Kesaktian Pancasila
- Sigit Dicopot dari Pos Kapolri, Guntur PDIP: Regenerasi Jadi Bagian Demokrasi Sehat
JPNN.com




