Bertemu Presiden Swiss, Menko Airlangga Bahas Ketahanan Energi hingga Aksesi OECD
jpnn.com, PARIS - Hubungan bilateral Indonesia dan Swiss terbukti semakin erat dan strategis.
Melanjutkan momentum historis dari kunjungan Presiden Swiss ke Jakarta sebelumnya, kedua negara kembali menggelar pertemuan tingkat tinggi untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi, ketahanan energi, serta percepatan langkah Indonesia menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kolaborasi erat dengan Swiss merupakan pilar penting bagi transformasi ekonomi dan ketahanan nasional Indonesia, di tengah dinamika dan ketidakpastian geopolitik global.
Penegasan tersebut disampaikan Menko Airlangga terkait pertemuan dengan Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) OECD 2026.
Akselerasi Kerja Sama Strategis Ekonomi dan OECD
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) non-binding di sektor mineral dan logam yang dijadwalkan pada 23 Juni 2026.
Kerja sama ini akan memperluas kemitraan kedua negara ke sektor bahan baku mineral kritis.
Pihak Swiss menekankan pentingnya komitmen bersama terhadap keterbukaan pasar demi kelancaran implementasi kesepakatan ini.
Menko Airlangga Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) OECD 2026, ini yang dibahas
- Gus Yahya Terima Kunjungan Menkeu Purbaya, Bahas Penguatan Kolaborasi PBNU-Pemerintah
- Alfons Manibui DPR: E10 Perkuat Ketahanan Energi Sekaligus Mendorong Ketahanan Pangan Nasional
- Pertamina Optimalkan Potensi Sawit dan Limbahnya untuk Substitusi Impor BBM
- TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital Memperkuat Gerbang Digital Indonesia
- Danantara di Persimpangan Sejarah: Membangun Kepercayaan Global Tanpa Mengorbankan Tata Kelola
- Mengawal Meritokrasi BUMN: Job Bidding Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman
JPNN.com




