Berunjuk Rasa di Depan Gedung DPR, LMID Tuntut Penghapusan Presidential Threshold

Berunjuk Rasa di Depan Gedung DPR, LMID Tuntut Penghapusan Presidential Threshold
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Indonesia Demokrasi (LMID) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR/DPRD, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/6). Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Indonesia Demokrasi (LMID) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/6).

Para mahasiswa itu menuntut supaya presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden 20 persen dihapus. 

"Kami merasa banyak kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat salah satunya presidential threshold 20 persen," kata Ketua Umum LMID Rivaldi Haryo Seno.

Berdasarkan pantuan JPNN.com di lokasi, para mahasiswa tiba di depan Gedung DPR sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka pun menyampaikan aspirasi agar PT 20 persen dihapus.

Menurut Rivaldi, PT 20 persen itu membuat partai politik yang baru tidak dapat mencalonkan tokohnya sendiri sebagai calon presiden. 

"Partai-partai menjadi terpaksa berkoalisi, padahal dalam sistem tata negara presidensial yang dianut tidak dipaksa untuk berkoalisi. Rakyat juga kehilangan haknya sebagai pemilih," kata Rivaldi kepada wartawan. 

Dia menyebutkan seharusnya rakyat mendapatkan hak untuk memilih banyak calon presiden, menjadi hanya 2-3 capres saja. 

"Rakyat dipaksa untuk memilih dua capres yang keduanya berada di bawah kuasa oligarki. Kami ingin presidential threshold ini dihapus," lanjutnya.

Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Indonesia Demokrasi (LMID) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, tuntut hapus presidential threshold

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News