BGN Mulai Aktivasi Dapur SPPG di Wilayah 3T pada September
jpnn.com, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mulai September mendatang.
Kepala BGN, Sudaryono mengungkapkan terdapat sekitar 2.700 dapur SPPG yang dinyatakan telah siap untuk segera dioperasikan secara bertahap di berbagai titik.
Selain itu, dia juga tengah melakukan penyisiran terhadap 13.000 dapur lainnya, yang saat ini masih masuk dalam daftar antrean.
Proses aktivasi dilakukan secara selektif dengan mengecualikan lokasi-lokasi yang dinilai belum siap memenuhi standar teknis.
"Bukan hanya di 3T, 3T prioritas, kemudian pondok pesantren yang memang belum, kemudian termasuk daerah-daerah khususnya di luar Jawa," kata Sudaryono seusai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, di kantor Kemenkeu, Jumat (28/8).
Sudaryono memastikan pembukaan fasilitas baru tersebut akan menggunakan penyesuaian anggaran yang sudah tersedia pada 2026.
Upaya mengoptimalkan pagu anggaran yang ada dilakukan, agar pemerintah tidak perlu melakukan penambahan dana operasional.
Dia menjelaskan perluasan jangkauan juga merespons atas banyaknya aspirasi sekolah yang disampaikan melalui video, surat elektronik, hingga pesan di media sosial.
BGN menargetkan aktivasi unit SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mulai September mendatang.
- Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp1,3 Triliun Anggaran MBG untuk Bali
- Korupsi Motor Listrik MBG di BGN, 5 Tersangka Dilimpahkan ke JPU
- Badan Gizi Nasional Hentikan Sementara Operasional 10 Satuan Pelayanan di Bangkalan
- Adidaya Institute Rilis Survei MBG dan BGN Era Sudaryono, Ini Hasilnya
- BGN Uji Coba MBG Disajikan Secara Prasmanan
- Mitra Keracunan
JPNN.com




