Biaya Chip Melambung Tinggi, Harga Fitur ADAS BYD Ikut Terkerek
jpnn.com, JAKARTA - Build Your Dreams (BYD) mengumumkan akan menanikan harga fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) berbasis Lidar.
Kenaikan harga itu seiring lonjakan biaya komponen memori seperti DRAM dan NAND.
Komponen itu diklaim sangat penting dalam pemrosesan data untuk sistem mengemudi cerdas.
Carsnewchina, Selasa (28/4), melaporkan harga paket ADAS dengan dukungan LiDAR kini mencapai 1.660 dolar AS (sekitar Rp 28 jutaan).
Pabrikan mobil asal Tiongkok itu menjelaskan sistem ADAS modern, khususnya yang mengandalkan sensor LiDAR, membutuhkan kapasitas komputasi tinggi untuk memproses data lingkungan secara real-time.
Hal ini membuat kebutuhan terhadap memori berkecepatan tinggi meningkat signifikan, sehingga berdampak langsung pada biaya produksi.
Lonjakan harga memori global sendiri dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dari berbagai sektor, termasuk kecerdasan buatan (AI), pusat data, hingga industri otomotif yang kini semakin bergantung pada sistem berbasis perangkat lunak.
Sebelumnya, BYD dikenal agresif dalam menekan harga kendaraan listrik melalui efisiensi produksi dan integrasi rantai pasok.
Build Your Dreams (BYD) mengumumkan akan menanikan harga fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) berbasis Lidar.
- Saat BBM Terus Naik, BYD M6 DM Tawarkan Solusi Baru
- Masuk dalam Daftar Hitam AS, BYD Angkat Suara
- BYD, Nio hingga Alibaba Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat
- Jason Momoa Sulap Harley-Davidson Klasik Jadi Kendaraan Listrik
- Sedan Listrik Premium BYD Menggoda Publik
- Soal Kebakaran di Pabrik, BYD Beri Instruksi Tegas ke Kontraktor
JPNN.com




