Bidang Kriya dan Kreatif Jakarta Disebut Mampu Menembus Pasar Dunia, Asalkan
jpnn.com, JAKARTA - Pesta Kreasi Kota yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta di Halaman Gedung AA Maramis menyajikan pengetahuan seputar ekonomi kreatif.
Dalam diskusi bertema “Jakarta untuk Ekonomi Kreatif WorldWide Stage” itu hadir sejumlah tokoh industri kreatif seperti Founder ICAD Diana Nazir, Produser Film Edwin Nazir, Co Founder & Creative Director JICAF Yoga Prathama, serta CEO Jakarta Fashion Week/GC Media Svida Alisjahbana.
Svida optimistis Jakarta mampu menembus pasar Asia Tenggara, bahkan dunia.
Namun, tantangan terbesar bukan pada kreativitas, melainkan kemampuan memenuhi standar internasional.
“Kriya dan fashion Indonesia belum bermain pada standar internasional. Kita perlu dukungan pemerintah untuk meningkatkan kualitas,” ujar Svida dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (26/12).
“Mari jadikan Jakarta sebagai capital of creative economy ASEAN,” sambungnya.
Sementara itu, Founder ICAD Diana Nazir menegaskan Jakarta punya kapasitas tampil di panggung global.
Dia mencontohkan keberhasilan ICAD menggelar pameran internasional bertajuk Java Blues di Milan pada 2023.
Svida optimistis Jakarta mampu menembus pasar Asia Tenggara, bahkan dunia. Namun, harus memiliki kemampuan memenuhi standar internasional
- Penghargaan Gourmet Choice 2026 Perkuat Ekonomi Kreatif Kuliner
- Ekspor Fesyen RI Tembus Rp 476,3 Triliun pada 2025
- Menteri Ekraf: Kerja Sama Ekonomi Kreatif Indonesia–Australia Terus Berkembang
- Menteri dan Wamen Ekraf Kunjungi Pipilaka Calling Dukung IP Lokal Berbasis Edukasi Sosial
- Menko IPK Apresiasi Kinerja Menteri Ekraf Dalam Memajukan 17 Subsektor Ekonomi Kreatif
- Resmikan GBTI, Menteri Riefky Puji Akulturasi Tionghoa–Indonesia sebagai Modal Ekonomi Kreatif
JPNN.com




