BKN Pastikan Pengisian Jabatan ASN Bebas dari Praktik Balas Budi
jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrullah menyatakan bahwa pembangunan manajemen talenta nasional harus dimulai dari proses profiling ASN yang akurat dan berkelanjutan.
Melalui profiling ASN, ingin diapastikan bahwa negara memiliki ribuan kader terbaik yang siap mengisi posisi strategis, khususnya di level eselon I (JPT Madya).
Untuk proses asesmen di level japatan pimpinan tinggi atau JPT Madya, BKN menerapkan re-profiling dengan standar penilaian yang lebih tinggi dan komprehensif. Proses ini melibatkan asesor berpengalaman guna memastikan hasil yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Prof. Zudan menegaskan bahwa hasil asesmen menjadi instrumen utama dalam memetakan kapasitas pejabat secara objektif.
Sekarang sistem lebih terbuka dan hasilnya bisa dilihat. Dengan asesmen ini, setiap peserta dapat mengetahui keunggulan dan aspek yang perlu diperbaiki.
"Ini penting agar pengangkatan jabatan tidak lagi didasarkan pada subjektivitas, tetapi pada kompetensi yang terukur,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Hal ini menurutnya tidak terlepas dari perubahan signifikan dalam sistem pengangkatan jabatan ASN yang kini makin terbuka dan berbasis merit.
Upaya ini, tambah Prof. Zudan, menjadi bagian dari perbaikan kualitas SDM aparatur Indonesia yang saat ini berada pada level menengah ke atas secara global.
Kepala BKN Prof Zudan Arif Fakrullah memastikan pengisian jabatan ASN bebas dari praktik balas budi
- 5 Berita Terpopuler: Gaji PPPK & PPPK Paruh Waktu Masuk RAPBN 2027, Segera Terbitkan Payung Hukum, Jangan Dipecah Belah
- Harga BBM Naik, Wali Kota Bandung Minta ASN Tinggalkan Mobil Pribadi
- Gaji PPPK & PPPK Paruh Waktu Masuk RAPBN 2027, Nur: Sah Jadi ASN
- Gubernur Bobby Keluarkan Peringatan Keras buat PNS dan PPPK
- Indrajaya: PPPK Aset Negara, Bukan Beban APBN
- Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas bagi ASN di Kemendes PDT
JPNN.com




