Blokade AS ke Iran Berpotensi Ganggu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
jpnn.com, JAKARTA - Board of Experts Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) Halim Alamsyah menilai keputusan blokade Amerika Serikat (AS) terhadap akses pelabuhan Iran tidak hanya berdampak pada sektor energi.
Namun, berpotensi memengaruhi kemampuan Indonesia menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Prasasti mengapresiasi langkah pemerintah dalam merespons situasi terkini, seraya menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Terutama, terkait dampak dari dinamika geopolitik global serta langkah-langkah penyesuaian yang dilakukan pemerintah.
Komunikasi yang jelas dinilai penting agar masyarakat dapat memahami situasi yang berkembang dan memiliki ekspektasi realistis terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Halim menilai respons kebijakan energi Indonesia perlu dirancang secara bertahap dengan mempertimbangkan horizon waktu berbeda.
Mengingat tekanan terhadap pasar energi global dapat terjadi secara cepat namun memiliki dampak jangka panjang terhadap stabilitas ekonomi.
“Dalam jangka pendek, pemerintah mungkin perlu menjaga stabilitas harga energi domestik melalui kebijakan fiskal dan pengelolaan pasar yang hati-hati," kata Halim dikutip dari keterangan pers, Kamis (16/4).
Pakar sebut keputusan blokade Amerika Serikat (AS) terhadap akses pelabuhan Iran tidak hanya berdampak pada sektor energi.
- Kuasai Materi, Afi Kalla Tampil Dominan di Debat Perdana Caketum HIPMI Jambi
- Trump Peringatkan Iran: AS Bakal Tingkatkan Operasi Militer Jika Kesepakatan Gagal
- Ekonom Soroti Program BSF Purbaya, Kalimatnya Tegas
- InfoEkonomi.ID Kembali Gelar Top Digital Public Relations Award 2026
- Wakil Ketua DPR RI Cucun Apresiasi Desa Tarumajaya Raih Paritrana Award
- Saran dan Solusi Ekonom CSIS untuk Program MBG Agar Ketahanan Ekonomi Nasional Terjaga
JPNN.com




