Blokade Selat Hormuz Hanya Menyasar Kapal-kapal dari dan Menuju Iran
jpnn.com - TOKYO - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah bersumpah untuk memulai blokade Selat Hormuz pada Senin pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB
CENTCOM menyatakan blokade di Selat Hormuz akan dikecualikan terhadap kapal yang melintas baik menuju maupun dari pelabuhan-pelabuhan negara selain Iran.
Pihak militer AS pada Minggu (12/4) menyatakan akan mulai memblokade seluruh pelabuhan di Iran setelah maraton perundingan perdamaian antara Washington dengan Teheran gagal mencapai kesepakatan.
Pernyataan itu disampaikan CENTCOM beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa angkatan laut negaranya telah memulai proses penutupan Selat Hormuz.
Menurut CENTCOM, blokade tersebut akan menghalangi seluruh kapal untuk masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan dan wilayah pesisir Iran mulai Senin pukul 10.00 waktu Washington.
Sementara itu, frustrasi karena kegagalan negosiasi tingkat tinggi di Pakistan selama akhir pekan, Trump mengecam Iran di media sosial dengan mengatakan bahwa Iran tidak mau meninggalkan ambisi nuklir dan dengan sengaja menolak membuka kembali jalur pelayaran utama dunia.
Di sela-sela perundingan di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4), Wakil Presiden AS J.D. Vance menyatakan bahwa pihaknya membawa proposal sederhana yang disebut sebagai tawaran terakhir dan terbaik bagi Iran.
Vance menyampaikan hal itu dalam konferensi pers singkat di Islamabad usai hampir 21 jam perundingan, tanpa merinci isi proposal tersebut.
Blokade Selat Hormuz yang akan dilakukan militer AS hanya menyasar kapal-kapal yang berasal dari dan menuju Iran.
- Iran Desak IAEA Tak Gunakan Laporan Nuklir Sebagai Alat Tekanan Politik
- Iran Bombardir Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
- Bantah Rumor Barat di SPIEF 2026, Putin: Iran Mampu Jaga Stabilitas Sendiri
- Vladimir Putin Tegaskan Rusia tidak Memasok Senjata Apa Pun ke Iran
- Dirjen IAEA Sebut AS dan Iran Segera Capai Kesepakatan Terkait Isu Nuklir
- Dari Hormuz ke Jakarta: Membaca Perang AS–Iran dan Implikasinya bagi Indonesia
JPNN.com




