BNN Menggagalkan Penyelundupan 2 Ton Sabu, Legislator: Itu Masuk Asta Cita Prabowo
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Martin Tumbelaka menyebut upaya pemberantasan narkoba memang harus diperkuat aparat penegak hukum di Indonesia.
Dia berkata demikian demi menanggapi kinerja BNN beserta tim gabungan TNI dan Polri dalam menggagalkan penyelundupan dua ton sabu di Laut Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (26/5) kemarin.
“Harus, karena narkoba sangat merusak dan mengancam generasi bangsa ke depan,” kata Martin kepada wartawan, Selasa (27/5).
Toh, kata legislator Fraksi Gerindra itu, upaya pemberantasan narkoba menjadi poin penting dalam Asta Cita pemerintahan era Prabowo Subianto.
"Pemberantasan narkoba itu salah satu poin penting yang dimasukkan dalam Asta Cita Bapak Presiden, artinya ini menjadi prioritas bagi aparat penegak hukum untuk memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya,” ujar Martin.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III Dede Indra Permana Soediro mengapresiasi langkah aparat yang menggagalkan penyelundupan dua ton sabu.
Namun, Dede menitipkan pesan pengelolaan barang bukti dilakukan secara hati-hati seperti permintaan para pimpinan DPR seperti Puan Maharani dan Sufmi Daco.
"Berpesan kepada seluruh aparatur penegakan hukum untuk tidak main-main dan berhati-hati dalam menjaga dan mengelola barang bukti yang berhasil disita dalam jumlah yang sangat banyak tersebut," kata Dede di Batam, Senin (26/5) kemarin.
Anggota Komisi III DPR RI Martin Tumbelaka mengatakan pemberantasan narkoba masuk poin penting di Asta Cita era Prabowo Subianto.
- Bea Cukai-Polda Sulsel Bongkar Penyelundupan 1 Kg Sabu-Sabu di Bandara Sultan Hasanuddin
- Habib Syakur: Pengungkapan 3,37 Ton Ganja Bukti Negara Hadir Lawan Narkoba
- KEK Singhasari Teken MoU dengan Indian Institute of Management Bangalore
- Tim Gabungan Bea Cukai-BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja Asal Thailand
- Modus Pelaku Selundupkan 3,37 Ton Ganja dari Tailan Terbongkar, Ada Koper dan Matras
- Polisi Bongkar Peredaran Narkotika Sintetis Senilai Rp 1 M di Bogor
JPNN.com




