BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau
jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan pihaknya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Minggu, untuk mengatasi abu vulkanik dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Hari ini kami melaksanakan OMC. Jadi, pesawatnya sudah siap di Pondok Cabe, akan dilaksanakan OMC sampai malam," kata Suharyanto dalam konferensi pers Situasi dan Kondisi Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau secara daring di Jakarta, Minggu.
Menurut Suharyanto, ada dua teknik OMC. Yang pertama, bila kondisi ada awan dengan menstimulus terjadinya hujan.
"Untuk mendatangkan hujan. Kalau hujannya nanti turun dengan cukup deras, tentu saja abu vulkanik bisa segera luruh," katanya.
Kedua, bila kondisi tidak ada awan, dengan menyebar water mist untuk mengurai partikel abu berbahaya.
Suharyanto menjelaskan pihaknya BMKG sepakat untuk menggunakan metode water mist, yaitu untuk mengurai partikel abu yang berbahaya.
“Jika di DKI Jakarta, Banten dan Lampung tidak ada pertumbuhan awan hujan,” ujar Suharyanto.
Status Darurat
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan pihaknya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Minggu
- Kepala BNPB Klarifikasi Pernyataan “Kehidupan Normal” di Tengah Karhutla Kalimantan
- Sebut Modifikasi Cuaca di Wilayah Karhutla Sulit, BMKG Lakukan Strategi Lain
- Banjir Bandang Menerjang Solok, 1 Warga Meninggal dan Satu Masih Dicari
- Badan Geologi: Status Gunung Anak Krakatau Turun Menjadi Waspada
- OMC BNPB Sasar Muba dan Muara Enim, 1 Ton NaCI Disiapkan
- Teddy Sebut Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel Tangani Karhutla
JPNN.com




