Bobotoh Disabilitas: Tak Melihat, Merasakan Persib dengan Cinta Tanpa Batas

Bobotoh Disabilitas: Tak Melihat, Merasakan Persib dengan Cinta Tanpa Batas
Bobotoh Disabilitas. Foto: Raissa Amira Adawiyah/Persib

"Persib itu bukan hanya milik Bobotoh umum atau yang bisa melihat, tetapi dapat dinikmati oleh Bobotoh dari semua kalangan, termasuk kami yang tunanetra," ujar Ahmad.

Menurut dia, keterbatasan penglihatan tidak mengurangi rasa memiliki terhadap Persib.

Bodisnet bahkan beberapa kali hadir langsung untuk memberikan dukungan di Stadion Si Jalak Harupat maupun Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

"Memang kami tidak bisa melihat, tetapi kami merasakan Persib dengan hati. Jadi, fisik terbatas, mencintai Persib tanpa batas," tuturnya.

Kehadiran di Graha Persib juga memberikan pengalaman tersendiri bagi Bodisnet.

Ahmad mengatakan, komunitasnya baru kali ini berkesempatan mengikuti kegiatan nobar bersama di tempat yang dianggap sebagai rumah bagi Persib.

"Kami ingin merasakan nobar istilahnya di rumahnya Persib, di jantungnya Persib, di hatinya Persib, yaitu Graha Persib," kata Ahmad.

Semangat yang sama dirasakan Indrayati Suherman (53). Bobotoh asal Bandung yang telah mencintai Persib sejak 1986 tersebut hadir bersama rekan-rekannya dari Bodisnet.

Biasanya para Bobotoh disabilitas cuma debar atau dengar bareng, kini ikut nobar di Graha Persib.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News