Bocoran Aria Bima soal Revisi UU Pemilu, Singgung Putusan MK soal Presidential Threshold
jpnn.com - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menyampaikan pihaknya menjadwalkan agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan mengundang akademisi dari berbagai universitas hingga sejumlah lembaga kajian demokrasi pada Masa Sidang V Tahun Persidangan 2025-2026 ini terkait revisi UU Pemilu.
Menurut dia, bakal ada aspirasi yang disampaikan oleh akademisi dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, hingga Universitas Padjadjaran.
Aria Bima menyebut isu krusial yang perlu dibahas adalah soal keputusan Mahkamah Konstitusi terkait parliamentary threshold, presidential threshold, serta pemilu pusat dan daerah.
"Ya, untuk melengkapi draf, permasalahan-permasalahan yang kami susun. Bareng-bareng dengan (penyusunan) draf, ya. Karena badan keahlian beberapa kali pertemuan dengan kami," kata Aria di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Dia menyampaikan bahwa semua aspirasi yang disampaikan kepada Komisi II DPR RI oleh berbagai pihak dalam rapat-rapat itu sudah diserahkan ke Badan Keahlian Dewan (BKD) DPR RI.
"Dan kami pun sudah mendapatkan berbagai masukan-masukan dalam bentuk rancangan draf RUU dari badan keahlian," katanya.
Terkait waktu dimulainya pembahasan, Komisi II DPR RI juga masih menunggu persetujuan dari Pimpinan DPR RI untuk bisa membentuk Panitia Kerja (Panja) RUU Pemilu.
Dia mengatakan bahwa berbagai putusan MK terhadap UU Pemilu juga tidak mudah untuk diterjemahkan.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menyampaikan info begini soal revisi UU Pemilu. Ada soal putusan MK mengenai presidential threshold.
- Jazuli DPR Terima Kunjungan Global for Nature, Bahas Tantangan Global & Kelestarian Alam
- Kejagung Minta Tambahan Anggaran Rp 28,151 T untuk 2027
- Komisi IX Rapat Bahas Anggaran dengan Pimpinan BGN, Tetapi Tertutup Bagi Umum
- Wakil Ketua DPR Dasco Mengapresiasi Terobosan Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
- Dasco Puji Upaya BI Perkuat Rupiah Lewat BCSA & LCT, RI Kurangi Ketergantungan pada USD
- Demi Kedaulatan Pangan, Jazuli Juwaini DPR: Setop Alih Fungsi Lahan Pertanian
JPNN.com




