BOSF 2025 dan KKP Ajak Pemuda Berinovasi untuk Keberlanjutan Laut Indonesia
jpnn.com, JAKARTA - Indonesia memiliki peluang besar untuk memimpin pengelolaan ekosistem kelautan global sebagai negara maritim terbesar kedua di dunia.
Potensi ekonomi biru yang melimpah, seperti perikanan, energi laut, hingga pariwisata bahari, membutuhkan tata kelola yang cerdas dan berkelanjutan.
Blue Ocean Strategy Fellowship (BOSF) 2025 hadir untuk mengoptimalkan peluang tersebut melalui pendekatan public-private partnership yang kolaboratif dan inovatif.
Tahun ini, BOSF berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP), menghadirkan Menteri Sakti Wahyu Trenggono sebagai Distinguished Fellow.
Forum ini adalah konsorsium yang diinisiasi oleh Sampoerna University, School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia, serta Blue Ocean Global Network.
Kuliah Umum Menteri KKP
Dalam sesi utama acara, Menteri Sakti Wahyu Trenggono turut memberikan kuliah umum mengenai arah kebijakan nasional di bidang kelautan.
Dia menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam ekonomi biru sebagai strategi utama untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan ekosistem dan pertumbuhan ekonomi sektor maritim.
Tahun ini, BOSF berkolaborasi dengan Kementerian KKP untuk menghadirkan Menteri Sakti Wahyu Trenggono sebagai Distinguished Fellow.
- KKP Pastikan Konservasi Ekosistem berjalan Inklusif, Partisipatif, dan Berkeadilan
- Begini Awal Mula Kisruh Purbaya vs Menteri Trenggono
- Soal Polemik Pemesanan Kapal, Purbaya: Mungkin Saya Datanya Salah
- Soal Pengadaan Kapal, Menteri Trenggono: Saya Tidak Mengerti Maksud Pak Purbaya
- Prabowo Mendadak Telepon Menteri KKP yang Terbaring di RS
- Tiba-Tiba Menteri KKP Pingsan Saat Penghormatan Korban Pesawat ATR
JPNN.com




