Bowo Nangisnya Lebih Kuat, Sandi Wajahnya Bulat

Bowo Nangisnya Lebih Kuat, Sandi Wajahnya Bulat
Suwarno memangku Joko Widodo Ma’ruf. Foto: AHMAD KHAIRUDIN/Jawa Pos Radar Solo

Tak butuh waktu lama bagi Joko Widodo Ma’ruf untuk mendapatkan penantang. Sekitar dua bulan berselang, di Bandung Barat, Jawa Barat, persisnya 20 Maret lalu, lahirlah Muhammad Prabowo-Muhammad Sandiaga.

Bayi kembar identik putra pasangan Dede Wahyudin-Elis Nurlatifah itu hanya terpisah 3 menit. Bowo dulu yang lahir, disusul Sandi.

BACA JUGA: Nizar Tanggapi Ketua KASN soal Pengangkatan Honorer jadi PNS di Era SBY

Sejak istrinya hamil, Dede memang berencana memberi si bayi kelak dengan nama Prabowo Subianto. Itu jika terlahir laki-laki. Ternyata beneran lahir laki-laki. Plus bonus satu bayi laki-laki lagi.

Akhirnya, dipilihlah M. Prabowo dan M. Sandiaga sebagai nama kedua bayi yang lahir di RSUD Cilin, Kabupaten Bandung Barat, tersebut. Prabowo dan Sandiaga adalah nama paslon nomor urut 02 dalam pilpres yang berlangsung pada 17 April nanti.

’’Saya kagum dengan Pak Prabowo sejak Pemilu 2014. Sejak itu, saya selalu ikuti perkembangannya, termasuk nonton beliau debat di televisi,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos di rumahnya di Kampung Bojongloa, Desa Pasirpagor, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.

Tapi, setidaknya sampai saat Jawa Pos bertandang ke rumahnya pada 24 Maret lalu, Dede masih sulit mengenal mana yang Bowo, mana yang Sandi. Sebab, keduanya memang seperti pinang tak berbelah. Lha wong kembar identik.

Tidak demikian sang istri. Dari jarak agak jauh pun, dia bisa membedakan mana yang Bowo, mana yang Sandi. Caranya? Dari tingkah polahnya.

Bayi yang lahir di tengah musim kampanye pilpres 2019, diberi nama Jokow Widodo Ma’ruf, ada juga si kembar diberi nama Muhammad Prabowo dan Muhammad Sandiaga.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News