BPH Migas Mengeklaim Biosolar Campuran B50 Tidak Merusak Mesin Kendaraan
jpnn.com, JAKARTA - Bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar dengan campuran biodiesel 50 (B50) terbukti tidak merusak mesin kendaraan.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho mengatakan sejak 1 Juli 2026 distribusi Biosolar dengan campuran B50 berjalan lancar dan aman.
“Dalam perbincangan dengan sejumlah sopir truk dan pengguna mobil pribadi di SPBU-SPBU, yang tadinya khawatir dengan penggunaan biofuel, sekarang tidak lagi. Mereka menyampaikan testimoni langsung bahwa biofuel ini tidak merusak mesin,” ujar Fathul di Jakarta (28/8).
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di SPBU di sejumlah daerah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan berbagai wilayah lainnya, Fathul menyampaikan penerapan B50 berjalan tanpa kendala berarti.
Kendaraan pribadi dan logistik, hingga bus dapat menggunakan BBM tersebut secara normal.
Bahkan, sejumlah pengemudi truk memberikan tanggapan positif mengenai penggunaan B50.
Hasil pemantauan lapangan menunjukkan bahwa kebijakan B50 ini secara teknis aman dan berhasil.
BPH Migas mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi melalui kebijakan B50.
Bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar dengan campuran biodiesel 50 (B50) terbukti tidak merusak mesin kendaraan.
- Diplomasi Bahlil ke AS-Rusia Dinilai Langkah Tepat untuk Mengamankan Pasokan BBM
- Pakar: Apa Urgensi Subsidi BBM Dipangkas
- Peserta 'Touring to Mandalika' Lihat Proses Produksi dan Uji Kualitas BBM di Balongan
- Soroti Rekam Jejak Bahlil, Akademisi Optimistis Hilirisasi Energi Makin Cepat
- Wamenkeu Sebut Angka Inflasi RI Lebih Baik Ketimbang AS dan Inggris
- Sambut Grand Prix of Indonesia 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi hingga Akomodasi
JPNN.com




