BPS Ungkap Inflasi April 0,13%
jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi bulanan pada April tercatat sebesar 0,13 persen (month-to-month/mtm).
Di sisi lain, inflasi 2,42 persen untuk skala tahunan (year-on-year/yoy) pada April 2026.
“Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen, IHK, dari 108,47 pada April 2025 menjadi 111,09 pada April 2026,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Senin.
Ateng menyampaikan inflasi bulanan pada April 2026 disumbang Kelompok Pengeluaran Transportasi menjadi kontributor terbesar.
Menurut dia, kelompok pengeluaran tersebut mengalami inflasi 0,99 persen mtm, sehingga memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen terhadap total inflasi bulanan pada April 2026.
“Komoditi yang dominan mendorong inflasi pada Kelompok Transportasi, yaitu tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,11 persen serta juga bensin dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen,” ujar Ateng.
Pihaknya mencatat, komoditas tarif angkutan udara mengalami inflasi bulanan sebesar 15,25 persen mtm, sementara komoditas bensin mengalami inflasi bulanan sebesar 0,34 persen mtm.
Ateng menyatakan inflasi tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya harga avtur serta beberapa jenis BBM nonsubsidi.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi bulanan pada April tercatat sebesar 0,13 persen (month-to-month/mtm).
- BPS Sebut Setiap 10 Tahun Masyarakat Bakal Kena Sensus Ekonomi
- Bukan Angka Utama, Komponen Kejutan CPI Justru Penentu Harga Valas
- Pemerintah Buka Suara soal PHK Industri Garmen di Cimahi
- Alhamdulillah, 27 Ribu Warga Sumsel Keluar dari Garis Kemiskinan
- Data Resmi BPS, Sebegini Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2026
- Purbaya Yakin Daya Beli Masyarakat Masih Tangguh, Ini Buktinya...
JPNN.com




