BPS Ungkap Inflasi April 0,13%
Namun, komoditas tarif angkutan antarkota justru mengalami deflasi bulanan pada April 2026 sebesar 10,01 persen mtm dengan andil deflasi 0,03 persen.
Selanjutnya, Ateng menyoroti kelompok pengeluaran yang juga berkontribusi besar terhadap inflasi pada bulan lalu, yakni Kelompok Pengeluaran Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran yang mengalami inflasi 0,69 persen mtm dengan andil inflasi bulanan 0,07 persen.
Sedangkan komoditas lainnya yang memberikan andil inflasi bulanan terbesar pada April 2026 adalah minyak goreng (0,05 persen), tomat (0,03 persen), beras (0,02 persen), serta nasi dengan lauk (0,02 persen).
Tidak hanya inflasi, Ateng mengatakan bahwa sejumlah kelompok pengeluaran dan komoditas juga mengalami deflasi secara bulanan pada April 2026.
Ateng menjelaskan Kelompok Pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami deflasi bulanan sebesar 0,99 persen mtm dengan andil deflasi sebesar 0,07 persen, sementara Kelompok Pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami deflasi bulanan 0,20 persen mtm dengan andil deflasi 0,06 persen.
Dari sisi komoditas, Ateng menuturkan sejumlah komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan terhadap perekonomian Indonesia pada April 2026 antara lain daging ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,11 persen dan emas perhiasan dengan andil deflasi sebesar 0,09 persen.
“Lalu, cabai rawit serta telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,06 persen dan juga 0,04 persen,” imbuh Ateng.(antara/jpnn)
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi bulanan pada April tercatat sebesar 0,13 persen (month-to-month/mtm).
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Angka Anak Muda Penganggur Tinggi, Pulung PDIP Kritisi Kebijakan Salah Timbulkan Korban
- Transisi Musiman dan Pasokan Gabah Terbatas Jadi Penyebab Harga Beras Naik
- Dampak El Nino, Bank Mandiri Proyeksi Inflasi 3,5 Persen
- BPS: Meski Diguncang Gempa, NTT Catat Deflasi 0,40 Persen
- El Nino Berdampak pada Harga Pangan, BPS Beri Peringatan
- BPS Ungkap Perbedaan Garis Kemiskinan Indonesia & World Bank
JPNN.com




