Sabtu, 24 Agustus 2019 – 00:44 WIB

Brankas Olo Bobol Rp2 T, Ahli Waris Rapat

Senin, 15 Februari 2010 – 07:38 WIB
Brankas Olo Bobol Rp2 T, Ahli Waris Rapat - JPNN.COM

MEDAN--Hari ini (15/2) rencananya tujuh keluarga ahli waris Olo Panggabean akan menggelar pertemuan dengan kuasa hukum mereka, Syafaruddin SH MH. Pertemuan ini guna membahas langkah apa yang akan ditempuh terkait bobolnya brankas senilai Rp2 triliun milik Olo Panggabean, pekan lalu.

Kerena ahli waris baru akan menggelar pertemuan hari ini, hingga kemarin kasus pembobolan brankas itu belum diadukan ke aparat kepolisian. "Besok (hari ini,red) kami akan menggelar pertemuan dengan keluarga, setelah itu kami akan ada tindak lanjutnya," ujar Syafaruddin.

Syafaruddin menjelaskan, semua keputusan terkait raibnya harta peninggalan almarhum Olo Panggabean, harus diputuskan terlebih dahulu oleh pihak keluarga. Dia menyebutkan, ada kesepakatan para ahli waris, harta yang ditinggalkan disimpan dalam dua brankas dan dihitung bersama. Setelah dihitung, ada kesepakatan bila membuka brankas harus mendapatkan persetujuan dari seluruh ahli waris.

Karenanya, lanjut Syafaruddin, bundel warisan yang ada di dalam dua brankas ini belum bisa dibagikan karena belum ada persetujuan dari seluruh ahli waris. “Jadi, ada sembilan bersaudara, maka semuanya berhak menerima mendapat warisan dan di sini berlaku juga hukum nasional (perdata, Red),” ucapnya.

Seperti diketahui, sejak meninggalnya almarhum Olo Panggabean, harta peninggalannya mencapai triliunan rupiah. Harta warisan yang disimpan dalam dua brankas itu berada di kamar tidur almarhum Olo Panggabean. Masing-masing berupasebanyak 27 cincin berlian yang masing-masing benilai Rp4 miliar, lima jam tangan merk Rolex yang masing-masing senilai Rp3 miliar, gelang dan kalung emas ditaksir bernilai setengah miliar. Kemudian, surat BPKB mobil sebanyak 29 unit, ditaksir senilai puluhan miliar.

Selian itu, Uang dalam bentuk mata uang Euro dan dolar Amerika Serikat berkisar ratusan juta dan satu unit telepon seluler merek Vertu seharga Rp400 juta. Kemudian buku tabungan yang tidak diketahui nilainya, sertifikat tanah, deposito di Bank Mega, Bank Mandiri dan BCA. (ril/sam/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar