BRI Research Institute & DEWY 3.0 Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
jpnn.com, JAKARTA - BRI Research Institute bekerja sama dengan Digital Access Programme Kedutaan Besar Inggris di Jakarta meluncurkan program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 (Pemberdayaan Digital untuk Perempuan dan Generasi Muda (DEWY) 3.0) di Kecamatan Batur, Kelurahan Banjarnegara, Jawa Tengah.
Manager Technical Asisstance BRI Research Institute Atif Solihin Andrian mengatakan peluncuran program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan.
Para perempuan diajak meningkatkan kapasitas usaha serta pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro.
“Program ini merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif pemberdayaan digital yang sebelumnya telah dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Atif, dalam keterangannya, Senin (4/5).
Pada fase sebelumnya yang dilaksanakan di Jawa Barat dan Lampung, program ini berhasil menjangkau 500 perempuan pelaku usaha mikro sebagai penerima manfaat, membentuk 100 mentor terlatih, serta mendirikan 7 Digital Corner yang mendukung peningkatan penjualan dan pemanfaatan berbagai alat digital untuk pengembangan usaha.
Atif menjelaskan program ini juga diperluas melalui kegiatan replikasi di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang mencakup Desa Lantan, Desa Loyok, Desa Sembalun, dan Desa Senaru.
Kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan peran mentor lokal, serta pengembangan platform pembelajaran digital yang memungkinkan akses pembelajaran secara fleksibel.
“Melalui berbagai inisiatif tersebut, perempuan pelaku usaha didorong untuk meningkatkan literasi digital, memanfaatkan platform marketplace, serta mengadopsi solusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan usaha mereka,” kata Atif Solihin.
BRI Research Institute bekerja sama dengan Digital Access Programme Kedutaan Besar Inggris di Jakarta meluncurkan program DEWY 3.0
- Rupiah Mata Uang Terlemah Kelima di Dunia, Ekonom: Fondasi Ekonomi Rapuh
- Rakhmad Afifudin Dinilai Mampu Membawa Finnet Lebih Inklusif
- Pacu Produktivitas Industri Jatim, MHE Jebsen & Jessen Kupas Tuntas Otomasi Gudang
- Kuasai Materi, Afi Kalla Tampil Dominan di Debat Perdana Caketum HIPMI Jambi
- Ekonom Soroti Program BSF Purbaya, Kalimatnya Tegas
- InfoEkonomi.ID Kembali Gelar Top Digital Public Relations Award 2026
JPNN.com




