Bripda DP Tewas Diduga Dianiaya Senior di Asrama Polisi, Kombes Zulham Bilang Begini

Bripda DP Tewas Diduga Dianiaya Senior di Asrama Polisi, Kombes Zulham Bilang Begini
Ilustrasi polisi. Foto: Ricardo/JPNN.com

Namun nahas, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Awalnya pihak keluarga dikabari bahwa korban sakit, tetapi saat pihak keluarga mendatangi rumah sakit, ditemukan kejanggalan pada tubuh korban mengalami memar dan mulut berdarah.

Merasa ada yang ganjil atas kematian almarhum, selanjutnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan tindakan visum guna memastikan apakah korban mendapat tindakan kekerasan saat berada di asrama polisi tersebut.

"Saya sudah sampaikan ke Kabid Dokkes Polda Sulsel termasuk kepada dokter yang memeriksa, silakan diperiksa dengan benar, jangan ada yang ditutup-tutupi, kalau memang ada kekerasan," ujar Zulham.

Pihaknya menegaskan, Bidang Propam masih mendalami penyebab kematiannya korban. Guna memastikan kematiannya disebabkan karena apa, maka jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Bidang Dokkes Polda Sulsel untuk dilakukan visum dan autopsi.

"Ini untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, visum luar maupun visum dalam. Kalau memang keluarga mengizinkan, nanti kami akan lakukan autopsi. Pasti semua prosedur penanganan terkait kejadian ini, kami akan tangani secara profesional," tuturnya.

Kombes Zulham memastikan jajarannya bakal mengungkap bila memang ada kejadian yang tak lazim terkait kematian Bripda DP.

"Atau kejadian yang mencurigakan atau ada kekerasan di situ. Kami akan luruskan dan kami akan tegakkan aturan sesuai dengan aturan yang berlaku," ucapnya.

Bripda DP yang tewas diduga dianiaya senior di Asrama Polisi Polda Sulsel juga anak dari anggota Polri yang berdinas di Pinrang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News